19 Muharram 1444  |  Rabu 17 Agustus 2022

basmalah.png

7 Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

7 Syarat Wajib  dan Rukun Puasa Ramadhan

Fiqhislam.com - Bulan Ramadhan adalah bulan terbaik sepanjang tahun, bulan penuh keberkahan, bulan yang di dalamnya dilipatgandakan segala kebaikan. Puasa berasal dari kata "shaum" atau "shiyam" yang berarti menahan.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah Ayat 183).

Kemudian Allah berfirman: "Siapa di antara kalian yang menyaksikan bulan (Ramadhan), maka berpuasalah." (QS. Al-Baqarah: 185)

Rasulullah Saw bersabda: "Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, pergi haji dan puasa Ramadhan." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Beliau juga pernah ditanya perihal puasa. Dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu bahwa seseorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, "Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?" Beliau menjawab, "Puasa Ramadhan". "Apakah ada lagi selain itu?". Beliau menjawab: "Tidak, kecuali puasa sunnah". (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Para ulama bersepakat (ijma') bahwa hukum puasa Ramadhan adalah-wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Inilah salah satu ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Jika meninggalkannya maka akan dihukumi dosa dan wajib untuk mengqadhanya.

Pengajar Rumah Fiqih Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir dalam bukunya "Bekal Ramadhan & Idul Fithri (1): Menyambut Ramadhan" menyebutkan 7 syarat-syarat wajib puasa bulan Ramadhan.

1. Beragama Islam
2. Baligh (sampai umur)
3. Berakal
4. Sehat
5. Mampu
6. Tidak sedang dalam perjalanan (safar)
7. Tidak sedang dalam kedaan haid atau nifas.

Ustaz Muhammad Saiyid menegaskan, bagi yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, yang tidak berpuasa bukan karena alasan yang diperbolehkan maka dia berdosa. Bahkan bagi yang meyakini puasa Ramadhan bukan bagian dari kewajiban, maka dikhawatirkan dapat membuatnya keluar dari status sebagai seorang muslim dan muslimah.

Rukun Puasa Ramadhan

Rukun puasa ada dua yaitu: (1) Niat untuk puasa; (2) Menahan diri dari yang hal-hal membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga tenggelam matahari. Inilah dua rukun yang menjadi inti dari ibadah puasa Ramadhan:

1. Berniat untuk Puasa

Niat puasa adalah penegasan status fardhu dari ibadah puasa Ramadhan. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin 'an adai fardhi syahri Romadhana hadzihissaanati lillahi ta'ala"

Artinya: Aku niat berpuasa besok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala

2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Saat berpuasa setiap muslim wajib menahan diri kita dari semua hal yang membatalkan puasa dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Aktivitas menahan ini harus didasari dengan niat untuk beribadah pada Allah. Wallahu A'lam [yy/Rusman H Siregar/sindonews]