22 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 01 Agustus 2021

basmalah.png

Dzikir dan Doa yang Bisa Diamalkan Selama Bulan Suci Ramadhan

Dzikir dan Doa yang Bisa Diamalkan Selama Bulan Suci Ramadhan

Fiqhislam.com - Sebagai muslim menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita. Untuk menjalaninya, kita mempersiapkan diri dengan ibadah terbaik dan juga ilmu terkait ibadah tersebut.. Salah satunya adalah dzikir dan doa yang bisa diamalkan selama menjalani puasa sebulan penuh ini.

Seperti diketahui, di bulan Ramadhan kita disarankan untuk memperbanyak amalan ibadah, salah satunya dengan berdzikir. dzikir merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah Ta'ala. Dengan berdzikir, kita tidak hanya dijanjikan pahala tapi bisa mempermudah masalah kehidupan.

Walaupun merupakan amalan sunnah, namun dzikir ini harus diutamakan. Untuk dzikir di bulan Ramadhan, sebenarnya tidak ada ketentuan khusus. Hanya saja, bila kita membaca dzikir di bulan Ramadhan maka pahalanya akan dlipatgandakan.

Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa amalan dzikir dan doa yang bisa dipraktekkan di bulan Ramadhan, antara lain:

1. Dzikir ketika melihat hilal

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat hilal beliau membaca,

اللّه أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالإِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَ تَرْضَى، رَبُّنَا و َرَبُّكَ اللَّهُ

“Allahu Akbar, Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah.

artinya: “Allah Maha Besar, Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan aman dan dalam keimanan, keselamatan dan keislaman. Dengan taufiq agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabb kami. Rabb kami dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah” (HR.Tirmidzi, dan Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih)

2. Dzikir ketika berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka membaca: “Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah”

Artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan).

3. Dzikir setelah shalat

“Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah. (3x) “Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera,dan dari-Mu kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan.

atau bacaan dzikir :

“Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu”.

Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi–Nya. Bagi–Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.

4.  Dzikir pagi

“Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.”

Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam.

5. Dzikir petang

“Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.”

Artinya: Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).

6. Dzikir malam lailatul qadar

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab:

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

7. Dzikir sebelum tidur

Sesuai ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebelum tidur kita dianjurkan membaca dzikir berupa surat Al-Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas. Dibaca 3 kali dengan cara menengadahkan tangan, kemudian mengusapnya ke seluruh bagian badan. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca surat ayat kursi, yakni potongan dari surat Surat Al Baqarah ayat 285-286

Selain dzikir, ada juga beberapa doa yang bisa kita amalkan, sebagai berikut:

1. Doa saat sahur

Rasulullah mengajurkan umatnya untuk sahur ketika akan berpuasa. Bahkan beliau mengatakan bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan. Bahkan Rasulullah menganjurkan meski hanya dengan seteguk air.

“Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,’” (HR Ahmad).

Berikut Lafal doa yang bisa dibacakan saat sahur

يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ

Yarhamullâhul mutasahhirin.

“Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.”

Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani. Pada hadits ini, Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa kurma adalah sebaik-baik hidangan sahur.

“Diriwayatkan oleh As-Saib bin Zaid RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma.” Rasulullah SAW lalu berdoa, ‘Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur,’” (HR At-Thabarani).

2. Doa berbuka puasa

Terdapat perbedaan pendapat terkait doa berbuka puasa, berikut dua di antaranya.

Rasulullah ketika berbuka membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah [Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Dawud)

Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim sebagai keterangan Syekh M Khatib As-Syarbini

“(Mereka yang berpuasa) dianjurkan setelah berbuka membaca, ‘Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu.’ Pasalnya, Rasulullah mengucapkan doa ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim,” (Lihat Syekh M Khatib As-Syarbini, Al-Iqna pada Hamisy Bujairimi alal Khati).

3. Doa kepada orang yang menghidangkan hidangan untuk berbuka

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]. Wallahu A'lam. [yy/Widaningsih/sindonews]

 


 

Tags: Dzikir | Doa | Ramadhan