fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


25 Ramadhan 1442  |  Jumat 07 Mei 2021

13 Keutamaan Zakat, Hapus Dosa Hingga Sifat Penghuni Surga

13 Keutamaan Zakat, Hapus Dosa Hingga Sifat Penghuni SurgaFiqhislam.com - Zakat yang kita tunaikan tak akan membuat kita miskin. Malahan orang yang berzakat akan ditambah rezekinya dan hartanya jadi lebih berkah.

Bukan cuma memiliki keutamaan untuk harta, zakat juga mampu menghapus dosa dan melindungi dari panas hari kiamat.

Saat yang sama, berzakat, infak dan sedekah ditengah tekanan kehidupan bagi masyarakat miskin saat ini akan mempererat tali solidaritas terhadap sesama. Dan kita semestinya tak hanya zakat, infak dan sedekah selalu dikaitkan dengan keharusan di bulan Ramadhan.

Dari berbagai penjelasan, setidaknya ada beberapa manfaat dan keutamaan zakat disadur dari kitab Sahih Fiqih Sunnah.

1. Sifat Penghuni Surga

Mengeluarkan zakat merupakan salah satu sifat orang-orang yang berbakti dan penghuni surga, sebagaimana firman Allah dalam Alquran,
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (jannah) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat ayat 15-19).


2. Mendapatkan Rahmat Allah

Mengeluarkan zakat adalah salah satu sifat kaum Mukminin yang berhak mendapatkan rahmat Allah. Di dalam Alquran Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.” (QS. At-Taubah ayat 71)

3. Menyuburkan Harta Zakat

Allah akan mengembangkan dan menyuburkan harta zakat bagi orang yang mengeluarkannya. Allah berfirman: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah ayat 276)

4. Diberi Naungan dari Panas Hari Kiamat

Allah akan menaungi orang yang mengeluarkan zakat dari panasnya hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tiada naungan kecuali naungan (dari)-Nya: …seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya…” (HR. Bukhari no. 660)

5. Membuka Pintu-Pintu Rezeki

Zakat membersihkan harta dan mengembangkannya, serta membuka pintu-pintu rezeki bagi pelakunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah…” (HR. Muslim no. 2588)

6. Sebab Turunnya Kebaikan

Zakat adalah sebab turunnya berbagai kebaikan, dan menolak membayar zakat adalah sebab terhalangnya berbagai kebaikan. Dalam hadits disebutkan: “Tidaklah suatu kaum menahan zakat harta mereka melainkan mereka dihalangi mendapatkan hujan dari langit. Seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya mereka tidak akan mendapat hujan.” (HR. Ibnu Majah no. 4019)

7. Menghapuskan Kesalahan

Zakat mampu menghapuskan dosa dan kesalahan. Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sedekah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api.” (HR. Tirmidzi no. 609)

8. Bukti Keimanan Pelakunya

Dalam kitab Syarh Al-Mumti, dijelaskan bahwa zakat adalah bukti kebenaran iman pelakunya. Karena harta itu dicintai oleh jiwa, dan kita tidak akan mengorbankan sesuatu yang dicintai kecuali karena mengharapkan sesuatu yang lebih dicintainya. Dari situ kita bisa lihat kejujuran pelakunya dalam mencari ridha Allah.

9. Membersihkan Akhlak

Ibnu Qayyim dalam kitab Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa zakat membersihkan akhlak orang yang mengeluarkannya dan melapangkan dadanya. Orang yang berzakat masuk kedalam golongan orang yang dermawan dan dikeluarkan dari golongan orang bakhil. Seseorang yang mengeluarkan zakat, dengan kerelaan, dan kemurahan hatinya, maka ia akan merasakan kelapangan dalam jiwanya.

10. Menjaga Harta dari Orang Jahat

Zakat akan menjaga harta dan melindunginya dari perhatian orang-orang fakir dan jamahan orang-orang yang jahat.

11. Membantu Orang Fakir dari Kemiskinan

Dalam kitab Al-Fiqih Al Islami wa Adilatuhu disebutkan bahwa zakat dapat membantu orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan. Yaitu menggandeng tangan mereka untuk memulai usaha baru dan semangat baru jika mereka orang-orang yang mampu. Serta membantu mereka menjalani hidup yang mulia jika mereka orang-orang yang lemah. Zakat melindungi masyarakat dari penyakit kemiskinan, dan melindungi negara dari kemerosotan dan kelemahan.

12. Penopang Masyarakat Muslim

Disebutkan juga dalam kitab Al-Fiqih Al Islami wa Adilatuhu bahwa Zakat adalah partisipasi seorang Muslim dalam menunaikan kewajiban sosialnya guna menopang sendi-sendi kehidupan masyarakat Islam. Yaitu dengan memberikannya ketika dibutuhkan, mempersiapkan pasukan, menolak serangan musuh, dan membantu kaum fakir hingga berkecukupan.

13. Bentuk Mensyukuri Harta

Al-Qurafi dalam kitab Adz-Dzakhirah menjelaskan bahwa zakat adalah bentuk ungkapan syukur akan nikmat harta yang kita miliki.

Terakhir, dalam menghadapi situasi akibat pandemic Covid-19 ini, tidak hanya pemerintah yang bergerak. Umat Islam pun harus terlibat menyelamatkan fakir miskin yang paling menderita akibat wabah ini.

 

Kita bisa berkontribusi dengan berbagai macam cara. Termasuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Dalam konteks ini, zakat, infak dan sedekah kita bisa diberikan untuk mereka yang terdampak dan ada di sekitar kita.

Mungkin kita belum jadi orang kaya dan berkecukupan, namun tetap diperlukan pengorbanan dan kepedulian dari kita untuk membantu orang miskin yang terdampak wabah ini. Kedermawanan saat ini sangat diperlukan bagi banyak orang. Hal ini diperkuat sebuah hadits, dimana Nabi berkata: “Sungguh mengherankan kondisi orang yang beriman, semua urusannya baik. Hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Ketika dia mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya, dan ketika dia mendapatkan musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.”


Dalam kondisi seperti saat ini, kedermawanan tidak hanya dilakukan oleh orang mampu saja, orang yang punya sedikit harta juga diupayakan untuk bersedekah. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad dari shahabat Abi Dzar, di mana beliau berkata: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama? Beliau menjawab: “Kepayahan bersedekah orang yang hanya mempunyai sedikit.”

Mari kita semua terus bergerak, membantu menyelamatkan sesama, terutama  orang-orang yang sulit secara ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini. Dengan zakat, infak dan sedekah yang bisa kita berikan meskipun mungkin jumlahnya sedikit, mudah-mudahan akan diberikan pahala berlipat dan menjadikan berkah harta yang kita miliki.

Disebutkan dalam satu riwayat dari ‘Utsman bin ‘Affan, bahwa beliau berkata: “…Demi Allah, satu dirham yang diinfaqkan oleh seseorang dengan bersusah payah itu lebih baik dari 10.000 dirham orang kaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan hartanya yang berlimpah.”

Semoga kita semua dijadikanhamba Allah yang dermawan dan senantiasa diberkahi dan dilindung Allah dari berbagai kesulitan dan musibah. [yy/republika]

Oleh Nana Sudiana, Sekjend FOZ & Direksi IZI

 

 


 

Tags: Zakat | Ampunan | Surga | Akhirat | Rezeki