26 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 05 Agustus 2021

basmalah.png

MUI Sesalkan Shalat Tarawih Super Cepat di Indramayu

MUI Sesalkan Shalat Tarawih Super Cepat di Indramayu

Fiqhislam.com - Sebuah video memperlihatkan ibadah Shalat Tarawih dengan gerakan super cepat atau kilat. Video berdurasi sembilan detik itu viral di berbagai platform media sosial.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menyayangkan adanya segelintir masyarakat yang melaksanakan Shalat Tarawih dengan tergesa-tegsa.

Padahal, sambungnya, tarawih berasal dari kata tarwih yang berarti istirahat dan jika diartikan lagi, dapat memiliki arti santai. Oleh karenanya, yang dilakukan adalah santai, bukannya terburu-buru.

"Ya memang sebaiknya tidak begitu. Karena tarawih itu artinya kan santai, bukan buru-buru," katanya kepada MNC Media, Selasa (13/4/2021) malam.

Lebih jauh dia memaparkan, jika Shalat Tarawih dilakukan dengan cara seperti itu, maka dikhawatirkan kekhyusukannya berkurang. Bahkan, lebih parahnya lagi, tidak khusyuk sama sekali.

"Sehingga kalau begitu esensi khusyuknya berkurang atau ya mungkin tak khusyuk sama sekali," ucapnya.

Dia pun berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah Shalat Tarawih sesuai dengan pedoman yang diajarkan. Adapun salah satu syaratnya adalah tuma'ninah yang berarti diam sejenak setelah gerakan Shalat sebelumnya.

Menurut dia, bilamana Shalat Tarawih dijalankan dengan baik dan benar niscaya akan mendapatkan pahala serta hikmahnya.

"Berharap masyarakat melakukan Shalat Tarawih sesuai dengan pedoman Shalat atau syarat rukun Shalat di antaranya tuma'ninah. Mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan pahala dan hikmah dari tarawih tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Shalat Tarawih kilat itu diduga berlokasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Quraniyah, Kabupaten Indramayu. Video diunggah akun Instagram @duniapunyacerita, Selasa (13/4/2021) malam.

Jamaah menunaikan Shalat Tarawih dengan lima saf. Pakaian yang dikenakan pun kompak berwarna putih, kopiah dan sarung.

Seorang imam membacakan dengan keras ayat suci Alquran. Dalam potongan video berdurasi sembilan detik itu, surat Al-Fatihah dibaca cepat sehingga tak terdengar jelas.

Karena Shalat berlangsung cepat, gerakan para jamaah pun tidak sinkron mengikuti imam Alhasil, gerakan rukuk, iktidal, sujud, hingga salam hanya dalam waktu enam detik. Selepas salam, imam dan para jamaah langsung berdiri dan melanjutkan Shalat tarawih. [yy/okezone]