20 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 26 Oktober 2021

basmalah.png

Dipersingkat Jadi 10 Rakaat, Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dipersingkat Jadi 10 Rakaat, Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Fiqhislam.com - Pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz memerintahkan untuk mempersingkat Salat Tarawih di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, karena masih dalam suasana pandemi COVID-19.

Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci tersebut, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais mengatakan, Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dipersingkat menjadi 10 rakaat, dari 20 rakaat.

Itu dilakukan sesuai dengan tindakan pencegahan dan protokol preventif, yang telah disiapkan oleh kepresidenan dan instansi terkait lainnya dalam melayani jamaah dan memastikan keamanan mereka dari virus corona.

Sheikh Al-Sudais menyoroti keinginan kepemimpinan Arab Saudi untuk terus memfasilitasi pelaksanaan ritual di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan memobilisasi segala cara untuk memungkinkan para peziarah melakukan tradisi Ramadhan di lingkungan yang aman dan sehat.

Juga, kawasan yang memenuhi standar kesehatan global yang digunakan di bidang pengendalian infeksi.

“Wali Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman terus menindaklanjuti segala hal yang akan memberikan layanan terbaik bagi para peziarah dan jamaah,” kata Sheikh Al-Sudais seperti dilansir dari Saudi Gazette, Senin (12/4/2021).

“Pihak kepresidenan melengkapi kemampuan manusia dan mekanik secara penuh untuk melayani jamaah selama Ramadhan, bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam melayani para tamu Allah,” ujarnya.

Pihak berwenang Saudi mengizinkan pelaksanaan umrah dan salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadhan, yang diperkirakan akan dimulai pada Selasa, tetapi menangguhkan ritual i'tikaf dan berbuka puasa bersama di masjid-masjid suci.

Ramadhan 1442, tidak hanya umrah tetapi juga salat wajib lima waktu, salat tarawih, dan buka puasa bersama telah ditangguhkan untuk jemaah haji domestik dan asing di Dua Masjid Suci tersebut karena pandemi COVID-19.

Namun, salat lima waktu dan 10 rakaat salat tarawih dilakukan di Dua Masjid Suci dengan dihadiri oleh pejabat kepresidenan dan petugas sterilisasi. Selama bulan suci, kapasitas Masjidil Haram akan ditingkatkan untuk menampung 50.000 jemaah umrah yang telah divaksinasi dan 100.000 jemaah. [yy/okezone]