fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Jamaah An-Nadzir Mulai Laksanakan Puasa Ramadan Hari Ini

Jamaah An-Nadzir Mulai Laksanakan Puasa Ramadan Hari Ini

Fiqhislam.com - Jamaah An-Nadzir yang bermukim di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa telah melaksanakan puasa 1 Ramadan 1442 Hijriah, hari ini Minggu (11/4/2021).

Pelaksanaan ibadah tersebut dilakukan setelah digelar musyawarah yang dihadiri tim 9 di Masjid Baitul Muqaddis An-Nadzir Sabtu (10/4/2021) Sore.

Ketua Tim 9, Samiruddin Pademmui mengatakan, dari musyawarah tersebut, pihaknya menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 11 April 2021. Tim 9 sendiri merupakan tim pemantau bulan.

Di mana kesembilan orang ini masing-masing telah menyampaikan hasil pantauan mereka terkait tanda-tanda masuknya 1 Ramadan.

"Alhamdulillah kita telah mengambil satu kesimpulan dan mengambil satu ketetapan tanggal 11 April hari Ahad, An-Nadzir puasa dengan niat menyambut datangnya Ramadan 1442 Hijriah," ungkap Ustad Samiruddin yang ditemui pasca melaksanakan musyawarah, Sabtu (10/4/2021).

Ustad Samiruddin menjelaskan, jika ada sejumlah parameter yang menjadi acuan. Diantaranya tetap mengacu pada dalil-dalil, alquran dan hadis, berdasarkan Ilmu Alquran.

Kemudian yang paling penting bahwa, dalam memantau bulan ini, senantiasa terlebih dulu menentukan purnama 14, 15, 16. Dari situlah kemudian melakukan star sampai kemudian menentukan tiga hari terakhir pada 27, 28, 29.

"Lalu dipadukan dengan fenomena alam dan tanda terakhir itu biasanya pasang puncak air laut atau kondak sebagai tanda terakhir pergantian bulan," jelas Pimpinan Jamaah An-Nadzir Gowa ini.

Ustad Samiruddin juga mengatakan, jika penentuan 1 Ramadan berdasarkan pantauan panitia 9 terkait sejumlah fenomena-fenomena alam.

Biasanya secara alami dan Sunnatullah itu ketika hujan, angin kencang, ada guntur dan ada kilat dan yang terakhir itu adanya pasang puncak air laut.

"Mengapa terjadi, karena pada saat itu antara bumi, matahari dan bulan berada pada garis horizontal sehingga terjadi gaya gravitasi yang menghasilkan pasang air laut atau Kondak itu," ucapnya. [yy/sindonews]