fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Ramadhan Jadi Momentum Bernafas Kembali Sektor Ekonomi

Ramadhan Jadi Momentum Bernafas Kembali Sektor Ekonomi

Fiqhislam.com - Tepat setahun, Arab Saudi membatasi aktivitas di dua kota suci, Madinah dan Makkah. Dampaknya secara langsung adalah berkurangnya jumlah jamaah umrah yang datang.

Tahun ini, para ahli optimistis situasinya lebih baik sehingga akan lebih banyak jamaah yang datang ketimbang tahun lalu. Ramadhan tahun ini, menurut para ahli, jumlah jamaah umrah yang datang naik hingga 40 persen pada fase yang disebut fase pemulihan.

Anggota Kamar Dagang dan Pusat Bisnis Makkah, Eng Mohammad Burhan mengatakan, fase tersebut belumlah pulih sepenuhnya namun menuju ke arah positif. Sektor ekonomi yang terkena dampak seperti perhotelan mulai bernafas.

Menurut dia, semakin tinggi jumlah orang yang divaksinasi, semakin tinggi ekspektasi ekonomi di Makkah dan Madinah. Untuk itu, lanjutnya, tindakan penerapan protokol kesehatan yang tetap berjalan akan mampu mewujudkan hal tersebut.

"Ramadhan akan menjadi titik balik dalam kehidupan ekonomi di Makkah dan Madinah, jika 50 persen dari jumlah pengunjung ke Dua Masjid Suci itu tercapai, maka kita sudah mengatasinya. ketakutan dan hidup akan mulai kembali normal,"kata Burhan.

Dikatakannya, pembukaan pintu Masjid Nabawi untuk shalat tarawih merupakan faktor penting dalam menarik pengunjung dari luar kota, dan akan menghidupkan kembali pergerakan ekonomi secara umum.

Dr.Hussein Al Zahrani, kepala Komite Penerbangan dan Layanan Dukungan di Kamar Dagang Jeddah, mengatakan bahwa indikatornya sangat positif, dan dengan semua tindakan pencegahan yang diambil, diharapkan sektor penerbangan di Arab Saudi akan pulih dalam enam bulan ke depan, terutama dengan melanjutkan penerbangan internasional pada pertengahan Juni, di samping penandatanganan kesepakatan besar antara Saudi Airlines dan bank untuk mengembangkan armadanya. [yy/ihram]

 

 

Tags: Ramadhan | Makkah | Madinah