fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

MUI: Shalat Idul Fitri Bisa di Rumah, Tak Pakai Khutbah

MUI: Shalat Idul Fitri Bisa di Rumah, Tak Pakai KhutbahFiqhislam.com - Hari raya tahun ini berada di tengah pandemi COVID-19. shalat Idul Fitri tahun ini mungkin berbeda dengan tahun sebelumnya.

Di daerah yang masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran COVID-19, kemungkinan shalat Idul Fitri tak bisa dilakukan secara berjamaah di tanah lapang atau di masjid. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr H Hasanuddin AF, MA, mengatakan shalat Idul Fitri bisa dilakukan di rumah masing-masing sendiri atau berjamaah.

"Sama halnya dengan shalat Jumat yang diganti shalat dzuhur di rumah, maka shalat Idul Fitri bisa dilakukan di tempat masing-masing. Hukum shalat Ied adalah sunnah muakad," kata Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr H Hasanuddin AF, MA, pada detikcom, Selasa (12/5/2020).

Terkait tata cara shalat Idul Fitri di rumah, menurut Prof Hasanuddin sebetulnya hampir sama dengan yang dilakukan berjamaah di masjid. Ada dua poin yang menyebabkan shalat id di rumah dan masjid berbeda.

1. Niat shalat Idul Fitri

Ucapan niat menyesuaikan kondisi pelaksanaan shalat apakah menjadi imam, makmum, atau sendiri

2. Tidak ada khutbah shalat Idul Fitri

Hukum khutbah saat shalat id adalah sunnah sehingga tidak membatalkan ibadah jika tak diselenggarakan. khutbah saat shalat id berbeda hukumnya dengan selama pelaksanaan shalat Jumat yang termasuk wajib.

Selain dua poin tersebut, maka shalat Ied di rumah dan masjid dilakukan dengan cara yang sama. Yaitu tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir di rakaat kedua. Di sela takbir bisa membaca kalimat tahlil atau takbir yang mengagungkan Allah SWT.

Dengan ketentuan tersebut, maka pelaksanaan shalat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona tidak jadi masalah bagi muslim. shalat bisa dilaksanakan dalam berbagai kondisi dengan mengutamakan usaha pencegahan infeksi COVID-19.

"Tetap jalankan prosedur protokol untuk mencegah penyebaran virus corona. Menjaga kesehatan dan menghindari maut hukum wajib, sedangkan shalat Ied dan Tarawih sunah jadi pertimbangkan yang wajib. Dalam ibadah juga ada prioritas," kata Prof Hasanuddin. [yy/news.detik]