25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

6 Perilaku Masyarakat Indonesia Selama Ramadhan

6 Perilaku Masyarakat Indonesia Selama RamadhanFiqhislam.com - Menjelang bulan Ramadhan, banyak brand dan marketer mulai mempersiapkan strategi pemasaran produk dan servisnya.

Di sepanjang bulan ini, perilaku dan aktivitas harian konsumen turut berubah.

Untuk itu, diperlukan strategi pemasaran dan komunikasi khusus, agar brand dapat terus terhubung dengan konsumennya.

ADA, digital agency yang berfokus pada pengembangan strategi pemasaran digital berbasis data, turut mengamati perilaku konsumen sepanjang Ramadan hingga Lebaran tahun lalu. Data ADA memperlihatkan bahwa Ramadhan dan Lebaran merupakan sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya melibatkan sisi konsumsi tetapi juga emosi konsumen.

Data yang dirilis ADA memperlihatkan adanya tren yang terjadi sepanjang bulan Ramadan hingga Lebaran. Berikut adalah beberapa tren yang terjadi.

1. Penggunaan aplikasi berbasis religi turut meningkat

Data ADA mencatat adanya peningkatan sebanyak 327 persen untuk penggunaan aplikasi berbasis religi, di Indonesia. Penggunaan ini mulai naik jelang Ramadhan dan mengalami puncaknya pada minggu pertama hingga minggu ke dua bulan Ramadhan.

2. Umat Muslim lebih memilih untuk menjalankan ibadah di masjid

Sepanjang bulan Ramadhan, umat Muslim di Indonesia meluangkan waktunya untuk beribadah di masjid. Hal ini terlihat dari data milik ADA yang menunjukan adanya peningkatan kunjungan ke masjid dibandingkan mushola. Sementara itu, beberapa minggu setelah Ramadhan, kunjungan ke mushola berangsur naik.

3. Mayoritas masyarakat lebih memilih untuk makan di rumah

Buka bersama merupakan tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Aktivitas ini dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul atau bahkan reuni.

Namun, data ADA justru menunjukan bahwa sepanjang bulan Ramadhan, banyak orang yang lebih memilih untuk makan di rumah. Di saat yang sama, masyarakat juga menunjukan antusiasmenya terhadap kegiatan memasak. Antusiasme ini terus meningkat hingga Lebaran.

4. Belanja peralatan rumah tangga dan elektronik banyak dilakukan menjelang Lebaran

Menjelang Lebaran, masyarakat Indonesia mulai berbelanja peralatan rumah tangga dan elektronik. Data ADA memperlihatkan adanya kenaikan aktivitas belanja peralatan rumah tangga dan elektronik pada minggu terakhir bulan Ramadhan hingga Lebaran. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru saja dibagikan.

5. Mudik sebelum Ramadhan atau menjelang Lebaran?

Di Indonesia, aktivitas mudik mengalami puncak sebanyak dua kali. Data ADA menunjukan adanya puncak aktivitas mudik satu minggu sebelum Ramadhan dengan Jawa Tengah sebagai provinsi yang paling banyak dituju. Sementara itu, arus mudik kembali memuncak satu minggu sebelum Lebaran dengan Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan DIY Yogyakarta sebagai provinsi yang paling banyak dituju.

6. Masyarakat mengonsumsi konten yang bervariasi di waktu yang berbeda

Video Analytic and Creation Engine (Video ACE) milik ADA memperlihatkan adanya perubahan konsumsi konten dalam bentuk video pada bulan Ramadhan, Lebaran, dan beberapa hari setelah Lebaran.
Pada bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia banyak mengonsumsi konten yang menyajikan resep kue kering.

Sementara itu, pada saat Lebaran masyarakat cenderung mengonsumsi konten yang berkaitan dengan keluarga dan kebersamaan. Beberapa hari setelah Lebaran, mereka mengonsumsi konten tentang arus mudik.

Managing Director ADA Indonesia Kirill Mankovski, mengatakan bahwa tren di atas dapat dimanfaatkan oleh brand dan marketer dalam merencanakan aktivitas komunikasi bulan Ramadhannya.

“Tidak ada satu strategi yang dapat diaplikasikan ke semua hal. Agar dapat terhubung dengan konsumen, brand dan marketer perlu mengetahui minat, kebutuhan, hingga permasalahan yang dihadapi konsumen. Dengan demikian mereka dapat senantiasa terhubung dengan konsumennya,” ungkap Kirill melalui pesan tertulis. [yy/republika]

 

Tags: Ramadhan