21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

Perhatikan 5 Tips Ini Sebelum Berdiskusi Masalah Serius dengan Suami

Perhatikan 5 Tips Ini Sebelum Berdiskusi Masalah Serius dengan SuamiFiqhislam.com - Dalam sebuah hubungan, komunikasi memiliki peranan yang sangat penting. Semakin lama sebuah hubungan terjalin, makin banyak pula pasangan belajar tentang komunikasi yang baik.

Namun ketika menyangkut isu yang cukup serius, Anda tidak bisa langsung mengungkapkan perasaan, tanpa tahu cara komunikasinya. Bisa-bisa, Anda dan suami akan ribut besar. Untuk membantu Anda membahas hal yang rumit dengan suami, simak dulu tekniknya yang dilansir Your Tango berikut:

1. Memulai Pembicaraan dengan Suasana Tenang
Sebelum membahas masalah yang serius, buat perjanjian terlebih dahulu dengan pasangan. Pastikan bahwa Anda dan pasangan siap untuk saling mendengarkan dan menerima apapun yang akan disampaikan. Jangan lupa bangun suasana yang mendukung agar lebih fokus dan tidak ada hal-hal yang menganggu seperti suara TV atau tangisan anak.

2. Jaga Etika Berkomunikasi
Ketika berbicara dengan pasangan usahakan untuk saling menatap mata. Jangan lupa juga untuk berbicara dengan tenang, mendengarkan, dan meminta penjelasan ketika merasa tidak mengerti akan apa yang pasangan Anda ucapkan. Yang terpenting jangan sampai Anda saling menyalahkan, menuduh, berkomentar sinis, ataupun terus berkelit.

3. Tentukan Fokus Pembahasan
Anda dan pasangan perlu menentukan fokus masalah dan bekerjasama untuk menyelesaikan akar permasalahan itu sampai selesai. Tetap fokus pada sumber masalah, jangan sampai perbincangan jadi meluas dan tak kunjung selesai.

4. Saling Bertukar Pikiran
Agar cepat memperoleh solusi atas suatu masalah, Anda dan pasangan perlu saling bertukar pikiran. Bicarakan tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing. Jangan takut ungkapkan pendapat Anda dan juga hormati masukan dari pasangan.

5. Jangan Menghakimi
Jangan sampai diskusi yang Anda dan pasangan lakukan menjadi sia-sia hanya karena ada salah satu pihak yang terus menghakimi. Diskusi dilakukan bukan untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Tujuan utamanya adalah mencari solusi atas masalah yang ada. Memojokkan pasangan menunjukkan bahwa Anda tidak menghormati apa yang sudah diucapkan pasangan dengan jujur.

yy/wolipop.com