fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Suami Realistis Idaman Wanita

http://2.bp.blogspot.com/_eGdV9GflYBw/TB26jCIWVEI/AAAAAAAADDs/3jcNQHp9Nkc/s320/etika-suami-isteri.jpgUntuk dicintai suami, ada yang bilang bahwa seorang istri harus pandai memasak dan berdandan. Apakah itu artinya para istri yang tak pandai memasak apalagi berdandan tak bisa mendapatkan cinta suami? Hmm…nanti dulu. Idealnya seorang istri memang bisa memasak dan berdandan untuk suami, tapi apabila tak bisa keduanya, apakah seorang perempuan tak bisa menjadi istri yang baik di mata suami?

Bagi suami yang suka memanjakan selera makan, pandai memasak mungkin menjadi ‘keharusan’ bagi istrinya. Begitu juga bagi para suami yang mempunyai kecenderungan melirik ‘barang bagus’ di jalan, pandai berdandan juga menjadi hal yang mutlak bagi istrinya. Tapi di luar kedua kepandaian di atas, tidak adakah kepandaian lain yang bisa dihadirkan seorang istri pada suaminya?

ADA. Tidak semua laki-laki terpesona oleh kepandaian seorang perempuan memasak atau berdandan. Ada juga sosok laki-laki yang mencintai istrinya apa adanya dengan segenap potensi yang ada pada diri si belahan jiwa. Laki-laki ini tak menuntut si istri untuk pintar memasak apalagi berdandan. Tipe suami jenis ini sudah merasa bersyukur dengan keberadaan istri yang mampu menjadi partner diskusi dan tempat berbagi yang asyik.

….Sosok laki-laki yang bersyukur dan mencintai istri apa adanya dengan segenap potensi yang ada pada diri si belahan jiwa….

Suami jenis ini tak meributkan rasa makanan yang ada. Biarpun sayur yang disajikan istri rasanya terlalu asin atau bahkan terlalu manis, ia selalu tersenyum dan mengucap terima kasih. Bilapun tak menyukai masakan jenis tertentu, ia tak mencela. Ia selalu menjaga perasaan istri dan berusaha membahagiakan semampunya.

Ia tak pernah menuntut istri berdandan karena menurutnya si istri sudah terlihat cantik dengan pesona shalihah yang ada pada dirinya. Tampil alami tanpa riasan membuatnya semakin cinta pada istri karena di luar sana, ia sudah muak dengan tebalnya riasan para wanita. Lagipula bukan karena riasan, dandanan atau ‘make up’ itu yang membuatnya mencintai si istri, tapi  keutuhan pribadi sebagai seorang muslimah shalihahlah yang telah menawan hatinya. Jadi cukup itu saja yang ia mau dari perempuan yang telah menjadi belahan jiwanya itu.

….Laki-laki shalih yang menjadikan Muhammad sebagai cermin hidupnya, akan memuliakan perempuan terutama istrinya dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya….

Jadi, untuk para muslimah yang saat ini masih belum terampil memasak dan berdandan, tak usah berkecil hati. Masih ada stock laki-laki shalih yang tak menuntut pada istri. Sebaliknya, ia menghargai sekali keistimewaan pada diri pasangannya yang itu tidak selalu berupa kepandaian memasak dan berdandan. Kualitas seperti ini hanya ada pada diri laki-laki yang menjadikan Muhammad sebagai cermin hidupnya. Laki-laki shalih yang akan memuliakan perempuan terutama istrinya dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya. Berdoa saja semoga di antara kalian mendapat salah satu dari laki-laki (suami) idaman ini. Insya Allah [ria fariana/voa-islam.com]