pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


4 Dzulqa'dah 1442  |  Senin 14 Juni 2021

4 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan Pengantin Baru

http://4.bp.blogspot.com/_mpkCC78Q9HI/TIRt2mc3VyI/AAAAAAAAAB0/nnWrx2H05tE/s1600/financial.jpgSaat menikah, banyak perempuan muda yang langsung larut dalam eforia pernikahan. Mereka merasa, akhirnya bisa hidup tenang dan nyaman. Akhirnya, bisa menikmati kebahagiaan selamanya. Padahal, menikah justru membuka jalan untuk menemui berbagai masalah, tak terkecuali masalah keuangan.

Misalnya, ketika Anda sudah bekerja, sementara suami masih melanjutkan kuliah, tentu Andalah yang harus pintar mengatur pengeluaran. Ketika Anda memutuskan berhenti bekerja, dan mengandalkan gaji suami saja, tentu Anda berdua juga akan dituntut untuk lebih cermat mengelola keuangan. Padahal, masih banyak kebutuhan mendadak yang Anda butuhkan setelah menikah, bahkan yang sebenarnya bukan kebutuhan Anda.

Agar Anda tidak terjebak dalam masalah keuangan bersama suami, kenali empat kesalahan dalam mengelola keuangan yang kerap dilakukan pengantin baru.

1. Cinta akan mengatasi segalanya?
Anda dan pasangan mungkin memang saling mencintai, namun tidak berarti Anda berdua memiliki persepsi yang sama dalam menangani masalah keuangan. Apakah Anda ingin tetap menggunakan dua rekening terpisah atas nama masing-masing, atau Anda akan membagi tagihan rumah tangga menjadi dua, atau menyatukan penghasilan dalam satu rekening? Apa pendekatan finansial yang Anda pilih, tak jadi soal. Yang lebih penting adalah menyepakati bagaimana Anda harus mengatasi masalah keuangan bersama.

2. Masalah keuangan adalah masalah suami
Pria memang akan menjadi kepala rumah tangga, namun tidak berarti ialah yang harus menanggung sendiri masalah keuangan yang terjadi. Anda berdua adalah orang dewasa, dan partner yang setara dalam hubungan Anda. Membiarkan salah satu dari Anda menangani semua keuangan adalah bencana yang direncanakan. Duduklah bersama, dan susunlah budget. Sepakati bahwa Anda berdua akan berbagi tanggung jawab dalam mengelola keuangan rumah tangga.

3. Hanya ingat waktu senang
Bagaimana jika pasangan Anda punya kebiasaan berbelanja yang buruk? Bagaimana jika ia, atau Anda, sering berbelanja barang mahal dan merahasiakannya dari pasangan agar tidak menimbulkan masalah? Perlu Anda ketahui, ketika akhirnya suami mengetahui tindakan Anda, masalah yang lebih hebat bakal terjadi. Dan ketika masalah itu terjadi, Anda tetap harus mampu menyelesaikannya bersama. Sebagai istri, Anda juga harus tahu masalah apa yang sedang dihadapi suami.

4. Mengandalkan gaji dan pensiun suami
Tentu menyenangkan bila suami memang sudah mampu memenuhi semua kebutuhan Anda, bahkan siap pensiun dini. Namun, Anda tidak bisa hanya mengandalkan pensiun suami. Sepakati pembagian penghasilan keluarga ke dalam rekening pensiun bersama saat Anda mulai membentuk keluarga. Semua perempuan, menikah atau tidak, harus peka dengan masalah keuangan. Mengembangkan kebiasaan cerdas dalam mengelola keuangan akan memberi banyak inspirasi dan keuntungan bagi hubungan Anda.

Editor: Dini | Sumber: SheKnows/kompas.com