20 Syawal 1443  |  Minggu 22 Mei 2022

basmalah.png

Seperlima Perceraian di Amerika Serikat Libatkan Facebook

http://adam1cor.files.wordpress.com/2010/05/divorce-decree.jpgDahulu, biang keladi perceraian adalah bekas lipstik di kerah. Lalu, pada masa lebih modern, SMS mesra dari orang lain jadi pemicu perpisahan.

Kini, satu dari lima perceraian di Amerika Serikat melibatkan situs jejaring sosial Facebook, ungkap survei American Academy of Matrimonial Lawyers.

80 persen pengacara perceraian juga melaporkan lonjakan jumlah kasus yang menggunakan media sosial seperti Facebook untuk bukti perselingkuhan.

Pesan genit dan foto-foto yang ditemukan di Facebook semakin sering digunakan sebagai bukti perilaku tidak bertanggung jawab atau perbedaan yang tak bisa disamakan lagi.

Facebook sejauh ini paling banyak digunakan sebagai "media selingkuh" dengan 66% dari pengacara perceraian menyebut situs jejaring itu sebagai sumber utama pembuktian dalam kasus perceraian.MySpace berada di posisi ke-2 dengan 15%, selanjutnya Twitter dengan 5% dan gabungan jejaring sosial lainnya 14%.

Di Inggris, tahun lalu suatu firma hukum menyebut bahwa 20% persen gugatan perceraian melibatkan teman kencan di Facebook.

"Alasan yang paling umum tampaknya adalah suami atau istri melakukan chatting seksual yang tidak pantas dengan orang lain," kata Mark Keenan, managing director Divorce-Online.

Friends Reunited juga menghadapi tudingan serupa ketika mereka diluncurkan untuk membantu orang berhubungan kembali dengan teman sekelas dari masa lalu.

Salah satu contoh "penyalahgunaan" Facebook adalah ketika bintang 'Desperate Housewives' Eva Longoria menuduh suaminya, pemain basket Tony Parker terus berhubungan dengan seorang perempuan lewat Facebook.

Penasehat perkawinan Real Terry mengatakan ia yakin beberapa orang memang menggunakan Facebook untuk menciptakan kehidupan fantasi dan melarikan diri dari kebosanan.

Dia mengatakan tidak ada yang lebih menggoda daripada 'fantasi' tentang sesuatu yang lebih ideal dibandingkan kehidupan nyata. Tapi, dia menyarankan agar Facebook tidak bisa disalahkan.

"Sebelum jejaring sosial, ada email, sebelum itu telepon. Masalahnya bukan Facebook, masalahnya adalah hilangnya cinta dalam pernikahan Anda, "katanya.

ant/hidayatullah.com