15 Syawal 1443  |  Selasa 17 Mei 2022

basmalah.png

Bukti Nyata Uang juga Sumber Kebahagiaan

http://turkhan.files.wordpress.com/2011/03/oil-money.jpgSosialita Blair Waldorf di serial 'Gossip Girl' suatu kali berkata, ''Mereka yang mengatakan uang tidak dapat membeli kebahagiaan, tidak tahu di mana harus berbelanja.'' Siapa sangka, pendapat tersebut barangkali ada benarnya.

Catherine Rampell, wartawan ekonomi di The New York Times, telah menulis serangkaian artikel menarik tentang kebahagiaan manusia. Dia menemukan, orang yang paling bahagia di Amerika Serikat adalah lelaki berdarah Asia Amerika bernama Alvin Wong penganut Yudaisme dan wiraswastawan, yang tinggal di Hawaii bersama istri dan anak-anaknya dengan pendapatan rumah tangga sebesar lebih dari US$120.000.


Kriteria kebahagiaan tersebut berasal dari hasil survei kesejahteraan Gallup yang dirilis pada 2010. Rampell menyediakan daftar terperinci dari sepuluh karakteristik berbeda, yang akan membantu atau menghambat kebahagiaan Anda.


Menurut survei tersebut, Asia merupakan ras yang paling bahagia. Mereka juga merupakan suku bangsa yang berpenghasilan tertinggi di Amerika. Pada 2009, lelaki kulit putih (US$845/minggu) memeroleh penghasilan 89 persen dari pendapatan lelaki Asia (US$952/minggu). Sedangkan lelaki kulit hitam dan Hispanik mendapatkan penghasilan hanya 62 persen dari pendapatan lelaki Asia, menurut Biro Statistik Pekerja seperti dikutip situs forbes.com.


Sementara itu, dalam rincian persentase yang nyaris sama, perempuan Asia-Amerika merupakan perempuan berpenghasilan tertinggi, yakni sebesar US$779/minggu.


Berbicara soal jenis kelamin, lelaki dilaporkan memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan perempuan. Mereka juga memiliki banyak uang. Meski pun tingkat kesenjangan upah menyempit, perempuan tetap hanya mendapatkan 81 persen dari penghasilan lelaki.


Selain itu, daftar orang terkaya di dunia terbaru yang dirilis Forbes mengungkapkan, hanya 103 perempuan yang berada di antara 1.210 miliarder di dunia. Dengan angka ini, kaum perempuan hanya memegang 8,5 persen kekayaan dunia.


Pada topik tersebut, pendapatan rumah tangga terkait langsung dengan kebahagiaan. Rampell menulis, ''Orang-orang dengan penghasilan di bawah US$12.000 pertahun, memimpin dengan paling sedikit kebahagiaan dalam hidup, dan semakin banyak uang yang mereka hasilkan, secara umum, semakin baik kondisi mereka secara emosional mau pun fisik.''


Selain itu, orang yang menikah lebih bahagia, dan menikah umumnya meningkatkan pendapatan rumah tangga.


Lebih jauh lagi, letak geografis juga berhubungan dengan kebahagiaan. Orang-orang yang tinggal di Hawaii dan California merupakan mereka yang paling bahagia. Selain menawarkan pemandangan indah dan cuaca bagus, kedua tempat itu merupakan lokasi yang paling mahal di negara tersebut.


Terakhir, bekerja membuat orang lebih bahagia karena mendatangkan penghasilan, sama halnya dengan tubuh tinggi. Bahkan, orang bertubuh tinggi ternyata memiliki gaji yang lebih besar.

Yulia Permata Sari | mediaindonesia.com