14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Mengubah Kebiasaan Buruk Suami

http://2.bp.blogspot.com/_sUYk9VNzfSM/TDF13Sut-aI/AAAAAAAAANQ/Xikg7bFYi1Y/s1600/slinkuh.jpgApakah pasangan Anda "hobi" melempar bekas handuknya di tempat tidur setiap pagi? Menaruh dan membiarkan cangkir kopi bekas diminum?

Bila "ya", bacalah tujuh kebiasaan terparah yang biasa dilakukan para suami dan pelajari bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.

1. Meninggalkan cangkir kotor begitu saja
"Setiap pagi, suami saya meninggalkan bekas cangkir kopi yang habis dipakainya begitu saja di tempat cuci piring. Padahal dia tahu, kami tak punya pembantu. Seberapa susahnya, sih, langsung mencucinya?"

Menurut pasangan:
Dia beranggapan hal itu bukan merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukannya.

Ubah kebiasaan buruknya:
Katakan padanya bagaimana tidak pedulinya dia. Minta dia untuk membantu Anda. Katakan dengan suara lembut, "Saya tahu, kedengarannya tidak masuk akal, Tapi tahu, enggak, kamu, gelas kotor yang tergeletak begitu saja bisa membuat saya gila. Bisa kamu tolong cucikan sekalian? Kan, hanya satu cangkir kopi saja?" Kalau hal ini tidak berhasil, tanyakan pada diri sendiri, sampai seberapa jauh kebiasaannya itu mengganggu Anda. Apakah hal ini merupakan masalah yang sangat serius? Bila "ya" coba gunakan gelas plastik. Jadi, sehabis dipakai, langsung dibuang!

2. Susu kemasan karton yang sudah habis dibiarkan di dalam kulkas.
Menurut pasangan:

Bila dia tidak merasa meminum susu atau jus yang terakhir, dia tidak merasa bertanggung jawab untuk membuangnya.

Ubah kebiasaan buruknya:
Sediakan spidol dan kertas yang dapat ditempel di kulkas. Bila sesuatu sudah hampir habis, baik Anda maupun suami harus menuliskannya di kertas itu sehingga pada saat Anda maupun pasangan hendak mengonsumsi susu/jus, masing-masing dia ingat untuk membuang kemasan yang sudah kosong serta membeli yang baru. Bila ada kotak susu yang sudah hampir habis, dia akan lebih hati-hati dan segera membuangnya ke tempat sampah.

3. Tidak mengembalikan barang pinjaman
"DVD yang dipinjam dari DVD rental sudah dua minggu tergeletak di atas televisi dan suami saya, yang meminjam, tidak mau mengembalikannya"

Menurut pasangan:
Buat dia, lebih baik membayar denda daripada harus ke toko rental tersebut. Dia sangat malas untuk pergi mengembalikannya.

Ubah kebiasaan buruknya:
Cari jalan keluar terbaik yang sesuai dengan waktu suami Anda untuk pergi mengembalikannya agar Anda tidak perlu mengomel.

Langkah pertama:
Cari tahu apa yang dapat memotivasi dia. Misalnya, minta dia kalkulasi berapa banyak yang dia habiskan untuk membayar denda dalam satu bulan. Pada awal bulan berikutnya, letakkan jumlah uang tersebut di dalam toples dan gunakan untuk membayar denda. Bila pada akhir bulan ternyata masih ada sisanya, berikan kepadanya untuk dia gunakan sesukanya.

Langkah kedua:
Cari cara termudah agar dia mau mengembalikannya. Sediakan satu kotak khusus untuk meletakkan DVD yang sudah ditontonnya, lalu ingatkan dia dengan menuliskan catatan yang mudah terlihat olehnya untuk memeriksa kotak DVD yang harus dikembalikan.
Bila kedua cara ini tetap tidak berhasil, lebih baik membeli DVD yang diinginkan atau Anda berdua pergi menonton ke bioskop sehingga tidak usah pusing memikirkan harus mengembalikannya.

4. Berpura-pura seolah-olah mendengar
"Suami saya bersikap seolah-olah dia mendengarkan cerita saya. Tetapi bila saya tanyakan pendapatnya mengenai cerita saya, dia minta maaf karena tidak mendengarkan perkataan yang terakhir yang saya ucapkan. Kenyataannya, tidak satu pun apa yang saya katakan didengarnya"

Menurut pasangan:
Anda cerewet. "Perempuan senangnya mengoceh." Karena Anda terlalu banyak ngomong, membuat suami tidak berminat untuk mendengarkannya.

Ubah kebiasaan buruknya:
Anda tidak dapat mengharapkan suami untuk mendengarkan secara efektif 100 persen pada saat yang sama. Ingatkan dia bila ada hal penting yang ingin Anda katakan, misalnya: "Ada sesuatu hal yang penting yang ingin saya sampaikan. Kamu ada waktu, enggak?" Begitu dia mulai memperhatikan apa yang Anda katakan, ceritakan hal yang penting yang memang perlu Anda sampaikan. Hindari cerita berlebihan. Pria tidak memerlukan rincian cerita. Mereka lebih mementingkan garis besarnya.

Ini dia lanjutan dari daftar kebiasaan buruk suami. Simak cara mengubahnya.

5. Selalu terlambat
"Suami saya selalu mundur setengah jam dari jadwal. Setiap pulang kantor, saya selalu menunggu lama. Hal ini sangat tidak menyenangkan. Saya ingin cepat-cepat bertemu dengan buah hati saya".

Menurut pasangan:
Dia tidak bermaksud membuat Anda bingung atau membiarkan Anda menunggu. Orang yang sering terlambat sangat sulit mengatur waktu.

Ubah kebiasaan buruknya:
Apakah dia selalu terlambat 15 menit atau keterlambatannya bervariasi - kadang-kadang 10 menit lain waktu 45 menit? Bila bervariasi, kemungkinan keterlambatannya karena masalah praktisnya. Bila masalahnya seperti ini, Anda dapat membantunya dengan cara: Ingatkan dia untuk keluar dari kantor paling tidak 30 menit lebih awal dengan cara meneleponnya atau mengirim SMS. Di samping itu, bila keterlambatannya konstan, kemungkinan memang sudah merupakan karakternya sehingga agak susah untuk diubah. Anda harus dapat menerimanya dan menyesuaikan diri, misalnya, katakan kepadanya bahwa anak-anak harus dijemput dari rumah eyangnya 15 menit sebelum waktunya. Atau minta dia untuk mulai siap-siap beberapa menit lebih cepat dari biasanya.

6. Lupa meniinggalkan pesan
"Satu hari sahabat lama saya menelepon dan suami tidak menyampaikan pada saya. Untungnya teman saya menelepon lagi beberapa hari kemudian".

Menurut pasangan:
Sebenarnya dia tidak lupa, tetapi karena tidak ada kertas dan pensil untuk menuliskan pesan , ya, dia tidak mau repot-repot mencarinya.

Ubah kebiasaan buruknya:
Pertama: siapkan pensil dan kertas di dekat telepon atau dapat juga membeli telepon dengan mesin penjawab pesan sehingga Anda dan dia tidak perlu gkar karena masalah ini.

Langkah berikutnya: tuliskan nomor telepon genggam Anda dan katakan pada suami, "Bila ada telepon buat saya dan kamu lagi sibuk, tolong katakan kepada mereka untuk menelepon saya di HP, jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk menuliskan pesannya."

7. Melempar handuk basah sembarangan
"Saya tidak habis pikir, kok, bisa, ya, dia melempar handuk basah sehabis mandi di tempat tidur begitu saja? Apa, sih, susahnya menggantungkannya di rak handuk?"

Menurut pasangan:
Bagi dia menempatkan handuk di mana saja bukan merupakan masalah dan dia tidak merasa menyulitkan Anda dengan melempar handuk basah di mana saja.

Ubah kebiasaan buruknya:
Katakan kepadanya, dengan cara yang manis, untuk menempatkan handuk basah yang masih bersih di gantungan atau tak handuk. Atau, bila handuk basah tersebut sudah kotor, letakkan langsung di keranjang pakaian kotor. Katakan padanya, handuk basah di tempat tidur akan membuat kasur menjadi lembap dan hal ini tentu membuat tidur Anda dan dia tidak nyaman.

Tetapi untuk ke 4 kebiasaan buruk di bawah ini, jangan harap Anda dapat mengubahnya dan Anda tidak perlu pusing kepala karenanya:

- Kejujurannya akan fungsi jasmaninya. Untuk beberapa alasan, pria tidak malu untuk mengatakannya.

- Kekaguman yang spontan. Pria tidak dapat menahan kekagumannya bila melihat wanita yang menarik dan seksi. Anda tidak perlu merasa terancam. Toh, yang pasti, dia ada bersama Anda.

- Tidak menutup tutup kloset kembali. Menurut dia, posisi berdiri adalah posisi yang betul bagi penutup kloset.

- Obsesinya terhadap olah raga. Jangan pernah mengubah saluran televisi bila dia sedang asyik menonton pertandingan sepak bola. Apalagi bila yang sedang bertanding merupakan tim kesayangannya. Bila sedang musim pertandingan olah raga, sebaiknya sibukkan diri Anda dengan kegiatan yang lain, semisal membaca buku atau beres-beres lemari pakaian.

tabloidnova.com