5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Pertengkaran Itu Selalu Ada

Pertengkaran Itu Selalu AdaKehidupan perkawinan yang adem ayem selamanya bisa jadi hanya mimpi belaka. Karena, seharmonis apa pun hubungan suami-istri, pasti ada kerikil-kerikil kecil yang menghalangi. Tapi, itulah bumbu kehidupan yang harus dinikmati!

"Apa yang salah dengan kehidupan perkawinanku?" Mungkin, pertanyaan itu kerap terlintas di benak Anda sesaat setelah terjadi pertengkaran dengan pasangan. Apalagi jika selisih paham yang terjadi cukup besar sehingga membuat Anda harus "perang dingin" dengannya selama beberapa hari. Rasanya, semua beban dunia ada pundak Anda, memang berlebihan...tapi memang begitulah rasanya.

Saya rasa, tidak ada perkawinan yang bahagia sepanjang masa, dari menikah sampai maut memisahkan. Walaupun, saya tidak memungkiri, kalau kita semua berharap seperti itu saat mengucapkan janji setia sehidup semati. Namun, kita tetap harus bersiap, karena batu sandungan pasti ada dalam sebuah rumahtangga.

Apa sih yang biasanya menjadi topik pertengkaran antara pasangan? Cinta, anak, atau uang? Semuanya! Dalam setiap rumahtangga, subjek apa pun bisa menyulut perselisihan. Jujur saja, dalam kehidupan saya, yang menjadi satu-satunya sumber permasalahan adalah uang. Setiap kali pembicaraan santai di pagi, sore, atau malam hari menyinggung sedikit saja tentang uang, otot saya dan pasangan mulai menegang. Jadinya, kami berdua sering mengindahkan hal itu demi keharmonisan hubungan.

Apa pun yang menjadi topik sensitif yang "tabu" diobrolkan bersama pasangan, dengan alasan menghindari suasana yang tidak kondusif, kita tidak akan bisa menyingkirkannya selamanya. Mood yang tidak bagus, tekanan dalam pekerjaan, atau masalah lainnya, bisa menjadi pemicu pertengkaran. Salah omong sedikit saja mampu menyinggung harga diri kita.

Cara terbaik menyikapi setiap pertengkaran adalah dengan menghadapinya. Jangan menghindar! Menghindar bukanlah solusi, melainkan sebuah penundaan. Jangan takut untuk bertengkar, karena itu hal yang wajar. Justru, perkawinan akan terasa hambar tanpa adanya beda pendapat, salah paham, dan perbedaan prinsip yang menjadi bumbu keharmonisan.

Justru jadikanlah momen itu untuk ajang saling mengenal lebih dalam lagi. Jangan bersedih, karena setiap kali sebuah pertengkaran berakhir dengan damai, kita menaiki satu level baru dalam sebuah kehidupan rumahtangga. Tapi juga jangan menutup diri dari kenyataan. Karena pertengkaran yang terus-menerus terjadi, lebih lagi tanpa adanya sebab yang jelas, bisa menjadi tanda bahwa hubungan sedang tidak sehat. Lakukan cara apa pun untuk memperbaikinya. Tapi, jika menemui jalan buntu, ingatlah bahwa kita pantas dan berhak mendapatkan hidup yang berkualitas sebagai seorang individu.

Bukalah mata lebar-lebar! Di satu sisi kita harus tetap berpikir positif, di sisi lain kita juga jangan mengharapkan sesuatu bagaikan punuk merindukan bulan, mengangankan kehidupan rumahtangga yang happily ever after, layaknya dongeng Cinderella, Sleeping Beauty, atau Snow White. Pertengkaran itu akan selalu ada dan dialami setiap pasangan suami-istri, namun dengan selalu berpikir positif, pertengkaran itu bisa dijadikan motivasi untuk mewujudkan kehidupan perkawinan yang lebih baik lagi.

Penulis : Anastasia Ratih P Tyas

andriewongso.com