15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

6 Langkah Menyusun Anggaran Rumah Tangga

6 Langkah Menyusun Anggaran Rumah Tangga

Fiqhislam.com - Membuat anggaran adalah bagian penting dari pondasi keuangan yang kuat. Memiliki anggaran membantu seseorang mengelola uang, mengontrol pengeluaran, menghemat lebih banyak uang, melunasi utang, atau menghindari utang.

Tanpa gambaran akurat tentang uang yang masuk dan keluar dari rekening bank, seseorang dapat dengan mudah mengeluarkan uang lebih banyak atau mengandalkan kartu kredit dan pinjaman untuk membayar tagihan. Jika sudah memiliki anggaran, sekarang saat yang tepat untuk memperbaruinya.

Berikut langkah-langkah membuat anggaran rumah tangga bulanan dengan baik, dilansir dari The Balance.

1. Buat Lembar Kerja Anggaran

Gunakan lembar kerja untuk membantu memulai untuk menyelesaikan semua langkah penganggaran. Seseorang juga dapat membuat lembar kerja anggaran menggunakan program spreadsheet gratis, atau bahkan sesederhana membuat worksheet di kertas.

2. Merinci Sumber Penghasilan

Mulailah dengan mencari tahu berapa banyak penghasilan setiap bulan. Tambahkan semua sumber pendapatan yang dapat diandalkan, seperti upah dari pekerjaan, tunjangan, tunjangan anak, dan banyak lagi.

Jika seseorang mendapatkan uang tunai dari pekerjaan atau hobi di luar, tetapi tidak secara teratur, jangan masukkan uang itu sebagai pendapatan dalam anggaran. Anggaran harus menjadi dokumen yang dapat diandalkan.

Bagi wiraswasta atau memiliki pendapatan yang berfluktuasi, gunakan pendapatan bulanan rata-rata atau perkiraan pendapatan yang dia harapkan akan diterima pada bulan tertentu.

3. Tambahkan Daftar Pengeluaran

Beberapa pengeluaran bulanan tetap. seperti biaya hipotek/sewa, pajak properti, tunjangan anak, sementara yang lain mungkin berbeda, seperti listrik, air, dan bahan makanan. Daftar semua biaya tetap dan jumlah biaya.

Untuk pengeluaran variabel, tulis jumlah maksimum yang direncanakan untuk dibelanjakan dalam kategori itu atau jumlah tagihan yang diharapkan. Gunakan laporan mutasi bank dan kartu kredit sebelumnya untuk membantu mengetahui apa yang biasanya dibelanjakan setiap bulan. Meninjau pengeluaran sebelumnya juga dapat membantu seseorang menemukan kategori pengeluaran yang mungkin terlewatkan.

Beberapa pengeluaran tidak terjadi setiap bulan. Tetapi menghitung pengeluaran tahunan tersebut dalam anggaran bulanan dapat mempermudah orang untuk membayarnya saat jatuh tempo. Bagilah nominal pengeluaran tahunan dengan 12 dan pengeluaran setengah tahunan dengan 6 untuk menghasilkan jumlah bulanan yang diperhitungkan dalam kategori tersebut.

4. Hitung Penghasilan Bersih

Penghasilan bersih adalah sisa yang dimiliki setelah semua tagihan dibayar. Tentu semua orang ingin anggarannya surplus sehingga dapat menggunakannya untuk utang, tabungan, atau tujuan keuangan lainnya. Hitung pendapatan bersih dengan mengurangkan pengeluaran dari pendapatan bulanan.

5. Sesuaikan Pengeluaran

Jika pendapatan bersih negatif, itu berarti seseorang telah melakukan pengeluaran lebih dari pendapatan. Seseorang harus memperbaiki ini. Jika tidak, dia mungkin harus menggunakan kartu kredit, atau bahkan meminjam uang.

Pengeluaran variabel biasanya merupakan tempat termudah untuk menyesuaikan pengeluaran, misalnya makan di luar, hobi, dan hiburan. Bahkan beberapa pengeluaran tetap juga dapat disesuaikan, misalnya dengan mengurangi tagihan kabel atau telepon, membatalkan keanggotaan gym, atau tidak berlibur.

6. Lacak Pengeluaran

Sepanjang bulan, lacak pengeluaran yang sebenarnya terhadap apa yang dianggarkan. Jika melebihi anggaran, melakukan ini akan membantu mengetahui di mana seseorang menghabiskan lebih banyak uang.

Di masa depan, dia akan menjadi lebih berhati-hati untuk tidak mengeluarkan uang terlalu banyak di area itu. Atau dia mungkin perlu menyesuaikan anggaran untuk mengimbangi pengeluaran tambahan. Jika meningkatkan anggaran di satu area, kurangi di area lain agar anggaran seimbang. [yy/okezone]