14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Diberi Kesempatan Punya 2 Anak, 90% Pasutri di China Menolak

Diberi Kesempatan Punya 2 Anak, 90% Pasutri di China MenolakFiqhislam.com - China menerapkan kebijakan satu anak sejak tahun 1970. Tapi kebijakan kependudukan China memungkinkan pasangan di perkotaan yang dua-duanya berasal dari keluarga satu anak boleh memiliki dua anak.

Tapi diberi kesempatan punya 2 anak, 90 persen pasangan suami istri malah menolaknya karena takut tingginya biaya hidup.

Kebijakan boleh memiliki 2 anak juga berlaku untuk pasangan yang tinggal di pedesaan, jika salah satu dari pasangan berasal dari keluarga satu anak.

Sayangnya, 90 persen pasangan muda lebih memilih untuk paling banyak memiliki satu orang anak. Alasannya adalah karena mahalnya biaya untuk membesarkan anak. Sebagian besar pasangan muda di Shanghai saat ini berasal dari keluarga satu anak sebagai akibat kebijakan satu anak yang mulai diberlakukan pada tahun 1970,

"Banyak yang tidak mengambil kesempatan untuk memiliki anak kedua karena tingginya biaya yang dikeluarkan untuk membesarkan seorang anak, terutama karena harga perumahan di kota melonjak," kata Sun Changmin, wakil direktur Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Menurut Sun, alasan lainnya adalah banyak orang muda yang berasal dari keluarga dengan satu anak, sehingga lebih terbiasa hanya memiliki satu orang anak.

Sejak 16 tahun lalu, pertumbuhan penduduk di Shanghai terbilang negatif. Sebanyak 23,4 persen dari penduduknya berusia lebih dari 60 tahun, 10 persen lebih banyak daripada tingkat nasional.

Beberapa penduduk setempat mendesak komisi untuk melonggarkan kebijakan populasi sehingga memungkinkan kedua pasangan yang terdaftar untuk memiliki dua anak.

"Kebijakan tersebut tidak akan melonggarkan, tapi pasangan muda dapat menggunakan kebijakan ini untuk memperbaiki banyaknya lansia di kota dan rendahnya tingkat kelahiran," kata Sun seperti dilansir ShanghaiDaily, Rabu (16/11/2011).

Sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Sosial Shanghai menemukan bahwa 45 persen keluarga kota tidak tertarik untuk memiliki anak kedua. Kebanyakan di antaranya adalah kalangan orang muda.

Zhang Meixing, seorang pejabat Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana, mengatakan bahwa komisinya akan menawarkan panduan kesehatan reproduksi dan pemeriksaan pra-kehamilan untuk mendorong pasangan muda memiliki anak kedua.

Shanghai memiliki tingkat kelahiran penduduk setempat yang rendah, namun mengalami peningkatan jumlah akibat masuknya penduduk dari luar kota. Populasi kota meningkat sebesar 9,7 juta dalam 20 tahun terakhir, sedangkan populasi migran meningkat 5,5 juta dalam 10 tahun.

"Lebih dari 40 persen penduduk kota berasal dari provinsi tetangga atau luar negeri," kata Xie Lingli, direktur Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Putro Agus Harnowo - detikHealth