pustaka.png
basmalah.png


15 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 25 Juni 2021

Bila Suami Terlalu Sibuk

Bila Suami Terlalu Sibuk Fiqhislam.com - Semua tentunya setuju kita bekerja demi kenyamanan keluarga. Namun, bukan berarti pekerjaan menjadi lebih utama ketimbang pribadi kita. Padahal, keluarga adalah inti segalanya.

Penelitian pun telah menunjukkan bahwa efisiensi di tempat kerja bergantung pada kelancaran kehidupan pribadi Anda. Nah, jalan tengah dari ini mungkin adalah keseimbangan. Namun, nyatanya hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan! Apalagi bila suami kita tergolong workaholic.

Anda pun sadar bahwa dalam bahwa ia kerap mengutamakan pekerjaan daripada keluarga. Adakah jalan keluar untuk itu? Tak ada hubungan yang sempurna, tapi Anda bisa kok melakukan beberapa hal agar rumah tangga senantiasa harmonis. Berikut beberapa tip untuk Anda da suami yang workaholic:

1. Pahami bahwa suami bekerja untuk membuat hidup Anda sekeluraga senantiasa lancar. Oleh karena itu, sebelum Anda emosi, coba bayangkan diri Anda bila dalam posisinya dan analisis dari sudut pandangnya.

2. Mengomel karena suami tidak menghabiskan cukup waktu bersama bukan cara tepat untuk mengatasi masalah ini. Sebaliknya, carilah cara supaya Anda dapat meluangkan beberapa waktu untuk satu sama lain.

3. Jika waktu bekerja yang lama merupakan masalah utama, cobalah mengubah waktu Anda sehingga Anda berdua dapat memiliki beberapa waktu luang bersama. Atau, coba lihat apakah Anda atau pasangan dapat mengubah pekerjaan sehingga kehidupan keluarga tidak terpengaruh.

4. Jika Anda seorang ibu rumah tangga, Anda lebih cenderung akan merasa kehilangan suami. Dalam situasi seperti itu, yang terbaik untuk menjaga diri agar sibuk dengan beberapa hobi atau daftarkan diri ke beberapa kegiatan.

5. Jika pekerjaan suami sangat menuntut dan benar-benar mustahil bagi dia untuk meluangkan selama hari kerja, coba rencanakan sesuatu di akhir pecan. Mungkin tamasya, melakukan perjalanan, atau hanya ingin menghabiskan beberapa waktu pribadi di rumah

Prita Daneswari
mediaindonesia.com