11 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 07 Oktober 2022

basmalah.png

Mengelola Keuangan di Bulan Puasa

Fiqhislam.com - Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Bulan yang penuh berkah ini digunakan sebaik-baiknya untuk menambah amal dan memperkuat hubungan dengan sang pencipta.

Mengelola Keuangan di Bulan PuasaSuka cita bulan Ramadhan ini jangan sampai terganggu oleh pengeluaran-pengeluaran yang berlebihan dan mengakibatkan anda stress dengan dana yang tidak terkontrol dan penggunaan kartu kredit yang menimbulkan tumpukan hutang yang harus dibayar setelah bulan ini berakhir.

Banyak yang berpikir dengan berpuasa, pengeluaran akan menjadi lebih sedikit dari bulan biasa. Yang kebanyakan terjadi malah sebaliknya, pengeluaran  bulan puasa menjadi semakin banyak dan menimbulkan deficit pada cashflow.
Tulislah terlebih dahulu pengeluaran - pengeluaran apa saja yang timbul pada bulan Ramadhan. Contoh :

1.    Harga sembako cenderung naik pada bulan Ramadhan. Permintaan yang tinggi menimbulkan kenaikan harga. Biasanya menu yang disajikan pada bulan puasa bermacam - macam, dari menu pembuka, menu utama hingga penutup. Semakin banyak variasi menu, semakin banyak bahan yang harus dibeli. Persiapkan budget untuk sembako dari sekarang. Untuk bahan - bahan yang dapat bertahan lama, dapat anda beli jauh hari sebelum bulan puasa.

2.    Biaya listrik, air dan gas bisa naik karena pemakaian pada saat persiapan berbuka puasa dan sahur. Semakin banyak anggota keluarga semakin tinggi pemakaiannya. Bijak dan berhemat dalam penggunaan sehingga pengeluaran ini tidak berlebihan.

3.    Buka Bersama ataupun Sahur on The Road, walaupun tidak wajib tapi untuk sebagian orang sudah menjadi tradisi. Buka bersama biasanya dilakukan tidak hanya dirumah tetapi juga di restoran ataupun hotel.

Buka bersama keluarga, buka bersama teman - teman, buka bersama sambil reunian, dan lain sebagainya dijadikan alasan kenapa pengeluaran pada bulan puasa menjadi lebih banyak. Biaya yang dikeluarkan jelas tidak sedikit untuk berbuka di luar, terlebih apabila anda lakukan setiap minggu.

Tidak salah dengan tradisi ini, tapi siapkan budget di awal berapa yang harus anda keluarkan untuk makan diluar. Ingat, pada saat memilih makanan, jangan lapar mata dan memesan terlalu banyak. Apabila tidak dihabiskan selain mubazir makanan anda juga menjadi lebih boros.

4.    Ada tradisi di beberapa komplek perumahan, untuk menyediakan makanan di mesjid bagi orang - orang kurang mampu ataupun dengan kesadaran anda sendiri, anda ingin menyediakan makanan berbuka bagi kaum dhuafa. Ini masuk dalam kategori sedekah, sehingga lakukanlah dengan ikhlas dan sesuai dengan kemampuan anda. Melakukan banyak sedekah ini akan lebih berkah ibadahnya daripada buka bersama setiap minggu di restoran.

Pada saat anda menerima penghasilan, masukan ke amplop (apabila anda tidak yakin dapat mengelolanya menggunakan rekening di atm) untuk masing - masing kebutuhan. Setiap orang memiliki pengeluaran yang berbeda pada bulan puasa tentukan sendiri apa saja kebutuhan anda. Lakukan budgeting dengan bijaksana.
Ingat, ini baru pengeluaran pada bulan puasa saja, menuju lebaran akan ada pengeluaran - pengeluaran lainnya, seperti zakat fitrah, zakat maal, THR pekerja, kebutuhan makanan, tiket mudik, pakaian, dan lain sebagainya.

Inti dari bulan puasa adalah untuk menambah takwa bukan menambah nafsu anda untuk berfoya - foya.

Selamat menjalankan ibadah puasa

Farah Dini Novita, BA(Hons),RFA, Fin-ally Consulting