4 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 30 September 2022

basmalah.png

Dibanding Melahirkan Normal, Caesar Lebih Memicu Nyeri Panggul

Dibanding Melahirkan Normal, Caesar Lebih Memicu Nyeri PanggulFiqhislam.com - Di seluruh dunia, permintaan untuk melahirkan secara caesar tanpa alasan medis semakin meningkat. Alasannya hanya kekhawatiran bahwa melahirkan normal bakal menyakitkan. Faktanya, melahirkan secara caesar malah memicu nyeri panggul.

"Beberapa orang dengan nyeri panggul parah mungkin takut melahirkan normal, khawatir akan sulit dan menyakitkan. Tapi bukti ilmiahnya kurang," kata Elisabeth K Bjelland dari Institute's Division of Mental Health seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Senin (21/1/2013).

Penelitian yang dilakukan Bjelland justru menunjukkan, nyeri panggul bagian belakang atau disebut juga pelvic girdle syndrome lebih rentan memburuk usai melahirkan caesar. Karena itu bagi perempuan yang punya gangguan ini, melahirkan normal lebih dianjurkan.

Dalam penelitiannya tersebut, Bjelland mengamati hubungan antara cara melahirkan dengan risiko pelvic girdle syndrome. Munculnya keluhan nyeri pada ibu-ibu yang baru saja melahirkan diamati terus menerus hingga 6 bulan pertama setelah melahirkan.

Hasil pengamatan menunjukkan, 79,9 persen perempuan yang diteliti melahirkan secara normal tanpa bantuan alat, 6,7 persen menggunakan forseps atau vacuum, 7,2 dengan emergency caesar dan 6,2 persen dengan caesar yang memang telah direncanakan.

Setelah disesuaikan dengan berbagai faktor, Bjelland mengambil 3 kesimpulan sebagai berikut:

1. Operasi caesar yang direncanakan berhubungan dengan peningkatan risiko nyeri panggul hingga 2 kali lipat dalam 6 bulan setelah melahirkan.

2. Pada perempuan yang menggunakan kruk selama hamil, operasi caesar baik yang sifatnya emergency maupun direncanakan sama-sama berhubungan dengan nyeri panggul yang parah dalam 6 bulan berikutnya.

3. Penggunaan alat bantu seperti vacuum juga berhubungan dengan risiko nyeri panggul.

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pasien dengan nyeri parah maupun berkepanjangan mengalami peningkatan risiko nyeri hebat setelah operasi. Salah satu penjelasannya adalah nyeri oeprasi mempengaruhi sistem saraf posat sehingga penghambatan nyeri jadi kurang efektif.

Karena itu, bagi perempuan yang semasa hamil sering mengalami nyeri panggul maka operasi caesar akan meningkatkan risiko kekambuhan. Jika tidak ada alasan medis yang menyertai, maka Bjelland lebih menganjurkan untuk melahirkan secara normal. [yy/detikhealth]