pustaka.png.orig
basmalah.png


15 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 25 Juni 2021

Makan Banyak Karena Stress? Kenali Penyebabnya

Makan Banyak Karena Stress? Kenali PenyebabnyaFiqhislam.com - Tiap orang punya cara berbeda menyiasati stress. Salah satunya adalah dengan makan dan ngemil, yang dianggap bisa meredakan rasa tertekan. Namun, ternyata kebiasaan ini bisa memberi dampak buruk pada tubuh.

Lingkungan menjadi salah satu faktor terbesar, termasuk pola pengajaran dari orang tua mengenai pengelolaan stress. "Ada perbedaan di sini. Orang-orang sudah terbiasa untuk menyikapi emosi negatif dan membuat dirinya lebih baik dengan makan," kata Martin Binks, PhD dari Duke Diet and Fitness Center.

Makan saat merasa stress juga diakibatkan oleh hormon stress yang membuat perut terasa lapar. "Telah terbukti jika ada tanda-tanda hormon kompleks dalam rasa lapar, kenyang dan selera makan yang dipengaruhi oleh rasa stress dan akibat waktu tidur," jelas Binks dalam Everyday Health.

Menurut Anne Wolf, RD dari University of Virginia School of Medicine, makan saat stress merupakan respon emosional yang berulang dan menjadi kebiasaan. "Setiap kali kita melakukan sesuatu, semakin sering kita melakukannya, semakin menjadi pola, kemudian menjadi kebiasaan," ungkap Wolf.

Menurut Wolf, untuk menghilangkan suatu kebiasaan, seseorang harus membiasakan diri untuk melakukan kebiasaan baru. "Pertama, rasakan sensasi perasaannya. Berhenti, duduk, ambil nafas panjang, rasakan, dan lihat apa yang terjadi selanjutnya," saran Wolf.

Percakapan dengan diri sendiri harus dilakukan. Apakah benar-benar lapar, atau makan sebagai respon akan perasaan tertekan. Berolahraga bisa jadi pelarian yang lebih positif. Selain itu, bermain game, menonton tayangan yang bisa membuat tertawa dan mengobrol bisa jadi cara lain untuk mengurai perasaan stress. [yy/food.detik.com]