20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
PEREMPUAN

Hamil Sambil Bekerja Tak Berisiko Buruk pada Bayi?

Hamil Sambil Bekerja Tak Berisiko Buruk pada Bayi? Fiqhislam.com - Bekerja selama hamil tidak menaikkan risiko wanita melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat badan rendah, demikian sebuah penelitian terbaru mengungkapkan.

Para ilmuwan meneliti data dari hampir 1.600 wanita yang melahirkan selama 2005. Sebagian dari mereka bekerja paruh waktu, penuh waktu dan tidak bekerja sama sekali saat hamil.

Ternyata, tidak ada perbedaan angka kelahiran prematur atau berat lahir bayi berat yang rendah antara wanita yang bekerja dan yang tidak bekerja selama kehamilan, demikian diungkapkan para peneliti dari University of Minnesota. Namun, mengetahui faktor risiko (seperti dari kelompok kulit hitam) tetap berkaitan kuat dengan kelahiran prematur dan berat rendah bayi saat lahir, ungkap hasil penelitian yang dipublikasikan online belum lama ini di jurnal Women's Health Issues.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara karakterisitik pekerjaan tertentu seperti pekerja fisik yang membutuhkan tenaga banyak dan waktu kerja yang lama, dan buruknya kondisi bayi yang dilahirkan. Tetapi hasil-hasil riset tersebut tidak bisa menemukan perbedaan jenis pekerjaan wanita dengan bayi yang dilahirkan, apakah itu sebuah keharusan atau pilihan; sangat berbeda dengan mereka yang tidak mengalaminya," kata ketua riset, Backes Kozhimannil, dari divisi manajemen dan kebijakan kesehatan di universitas tersebut, seperti dikutip situs Health Day edisi 25 Maret 2013.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan bahwa fokus yang harus diprioritaskan bukanlah pada apakah wanita bekerja saat hamil atau tinggal di rumah, tetapi pada jenis pekerjaan yang dilakukan. Khususnya, pekerjaan-pekerjaan yang berisiko menyebabkan kelahiran prematur atau berat lahir yang rendah.

"Riset kami mengulang mengenai pentingnya dialog kebijakan yang berlanjut mengenai tantangan yang dihadapi para ibu yang bekerja," kata Kozhimannil. Ia mengatakan bahwa Pregnant Workers Fairness Act, yang saat ini sedang dibahasa Kongres Amerika, telah memunculkan debat mengenai menjaga kesehatan saat hamil di antara wanita bekerja. [yy/tempo.co]