13 Safar 1443  |  Selasa 21 September 2021

basmalah.png

Hindari 3 Operasi Plastik Berisiko Tinggi Ini

Hindari 3 Operasi Plastik Berisiko Tinggi IniFiqhislam.com - Tujuan melakukan operasi plastik adalah membuat bentuk bagian tubuh yang dioperasi menjadi lebih sempurna, sesuai keinginan. Tapi sebelum Anda melakukan operasi plastik, sebaiknya pilihlah dokter terbaik dan jangan mudah terbujuk dengan diskon.

Jangan melakukan operasi plastik di salon kecantikan atau yang bukan ahlinya karena taruhannya bukan hanya kecantikan wajah dan tubuh anda akan tetapi nyawa pun bisa melayang.

Jika Anda ingin melakukan operasi plastik, sebaiknya hindari beberapa jenis operasi berikut.

1. Butt Implant
Operasi ini dilakukan untuk menambah ukuran bokong agar tampak lebih penuh dan seksi. Bila memang Anda ingin bokong yang indah, sebaiknya olahraga.

Alasannya, jika dioperasi, maka bokong Anda akan disusupkan bahan pembesar seperti silikon atau saline pada bagian ototnya. Hasilnya pun tak tampak alami serta berisiko tinggi.

Bokong setiap saat selalu diduduki. Sehingga, risiko silikon atau saline pecah sangatlah tinggi. Selain itu kemungkinan silikon atau saline bergeser ke tempat lain juga bisa terjadi.

2. Lip Impant
Ini merupakan operasi untuk menebalkan bibir yang dilakukan dengan bahan silikon maupun Gore-Tex. Hasil dari operasi tersebut adalah bentuk bibir tebal yang sangat tidak alami.

Bila tidak puas dengan hasilnya, maka Anda tidak dapat mengeluarkan kedua bahan tersebut karena sifatnya yang permanen. Risiko dari operasi ini juga bisa membuat bibir anda luka dan rusak.

3. Buccal Fat Pads Removal
Ini adalah operasi pengangkatan kantung lemak pada pipi supaya tampak tulang pipi yang tajam atau tinggi. Saat usia bertambah maka secara alami wajah akan mengecil atau semakin tirus.

Jika anda melakukan operasi ini, maka lama kelamaan wajah akan terlihat lebih kempot dan hingga kini belum ada cara untuk mengembalikan lemak tersebut ke pipi. [yy/
tempo.co]

{AF}Mengenal Operasi Plastik dan Bahayanya

Setiap pasien yang melakukan operasi plastik tentu ingin bagian yang dioperasi tampak lebih sempurna. Namun, tidak semua bagian tubuh mau 'menerima' jika bentuknya diutak-atik.

Mengutip laporan Time, pekan lalu, para ahli bedah plastik tidak selalu menerima keinginan pasien untuk melakukan operais plastik. "Tapi jika satu dokter menolak, mungkin ada dokter lain yang bersedia mengoperasi mereka," kata Dr Sam Rizk, Direktur Manhattan Facial Plastic Surgery di New York.

Menurut dia, melakukan operasi pasti memiliki risiko dan bila dokter terlalu banyak menyedot lemak dalam tubuh, maka dapat menyebabkan kematian. Alasannya, cairan tubuh dan darah yang tersedot akan sangat banyak dan sepertiga dari bahan yang keluar dari tubuh ketika operasi sedot lemak adalah darah.

Terlalu banyak keluar lemak, darah serta cairan menyebabkan pasien shock dan mngakibatkan gagalnya kerja jantung. Bila memang Anda ingin melakukan operasi bedah plastik, maka tanyakan pada dokter seberapa banyak lemak yang akan dikeluarkan.

Beberapa jenis bedah plastik yang dapat menimbulkan rasa sakit, antara lain Abdominoplasty atau Tummy tuck untuk mengencangkan perut dan Breast Augmentation untuk membesarkan payudara.

Alasan mengapa kedua operasi plastik ini berisiko, karena bahan penambah ukuran, baik yang terbuat dari silikon maupun saline harus diletakkan di bawah otot-otot dada. Artinya, otot-otot tersebut harus dipotong terlebih dahulu.

Adapun penggunaan Full Face Laser adalah sinar laser bertenaga tinggi pada operasi plastik yang diterapkan untuk menghapus kerutan serta bekas luka. Lantaran kekuatannya itu, efeknya sama dengan luka bakar serius atau second degree burn pada kulit.

Ada pula Thigh Lift atau operasi untuk mengencangkan paha dan Body Lift berfungsi mengencangkan seluruh tubuh. Dalam operasi ini, dokter harus mengiris kulit tubuh dalam jumlah yang besar. [yy/
tempo.co]{/AF}

{AF}Media Sosial Bikin Operasi Plastik Banyak Peminat

American Academy of Facial dan Rekonstruksi Bedah (AAFPRS) melaporkan bahwa aktivitas di media sosial dapat mempengaruhi permintaan operasi plastik.

Kesimpulan ini diperoleh dari sebuah survei yang dilakukan di 752 klinik bedah plastik wajah yang telah mendapatkan setifikat AAFPRS. Dari survei tersebut, diketahui bahwa tren rekonstruksi wajah mengalami peningkatan 31 persen karena orang–orang ingin menampilkan dirinya untuk media sosial.

"Kita hidup di dunia yang sangat visual, banyak orang orang yang memulai hubungan awalnya dari media sosial, seperti Facebook dan lainnya, sebelum mereka benar–benar bertemu secara langsung," kata Dr Sam Rizk, seorang anggota AAFPRS dan Direktur Manhattan Facial Plastic Surgery di New York.

Menurut dia, semakin banyak orang melek media sosial, maka makin banyak pula orang yang ingin terlihat menarik pada foto profil mereka. Karena itulah, orang terdorong untuk melakukan operasi bedah plastik agar tampak lebih menarik.

Survei menunjukkan pertumbuhan operasi kosmetik menyumbang 73 persen dari semua operasi bedah plastik pada 2012. Angka ini naik 11 persen dari pertumbuhan operasi kosmetik pada 2011. Adapun operasi yang paling banyak diminati adalah operasi hidung, botox dan facelift.

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa Operasi pembesaran payudara tetap menjadi yang terpopuler. Pada 2012, penduduk Amerika menghabiskan US$ 61 juta untuk prosedur pelaksanaan operasi yang berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh.

Banyak orang melakukan operasi plastik karena ingin terlihat seperti para artis terkenal yang memiliki wajah cantik dan tubuh indah. [yy/
tempo.co]{/AF}

.