fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Yang Perlu Diketahui Ibu Hamil Soal Kontraksi

Yang Perlu Diketahui Ibu Hamil Soal KontraksiFiqhislam.com - Sangatlah penting bagi seseorang perempuan yang sedang hamil untuk mengetahui jenis ataupun macam kontraksi selama kehamilan. Hal ini dimaksudkan supaya mudah untuk membedakan mana kontraksi yang sesungguhnya (permulaan dalam proses persalinan) dan kontraksi yang tidak menyebabkan persalinan.

Kalau seorang ibu hamil (bumil) mengetahui akan hal itu, pastinya tidak akan jadi panik serta khawatir yang berlebihan saat terjadinya kontraksi. Berikut ini ada tiga macam kontraksi yang dapat terjadi selama kehamilan berikut ulasannya:

1. Kontraksi dini

Biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan (awal kehamilan). Kondisi ini terjadi saat tubuh masih sedang dalam proses penyesuaian dengan berbagai perubahan akibat adanya kehamilan. Kontraksi ini terjadi karena meregangnya jaringan ikat atau ligament di sekitar rahim yang biasanya diikuti oleh perut kembung, sembelit, dan kekurangan cairan atau dehidrasi.

Bumil harus waspada bila terdapat kontraksi yang menetap disertai dengan adanya bercak. Segeralah ke dokter/bidan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Kontraksi saat berhubungan intim

Kalau bumil ingin melakukan hubungan intim saat hamil, pastikan dulu kondisi bumil dalam keadaan sehat. Karena, ada larangan bumil tidak boleh melakukan hubungan intim saat kandungan berusia di bawah 3 dan 8 bulan, dengan alasan untuk menghindari keguguran atau lahir prematur. Mitos ini tidak sepenuhnya salah dan benar juga.

Untuk diketahui bumil, bahwa sperma mengandung hormon prostaglandin yang sering menyebabkan kontraksi pada rahim, sehingga dikhawatirkan terjadinya abortus (keguguran) atau persalinan prematur. Untuk menyiasati saat berhubungan intim, bumil bisa dengan cara senggama terputus (coitus interuptus) atau bumil juga bisa menggunakan kondom saat berhubungan. Sebelum bumil melakukan hubungan intim, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke dokter atau bidan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Kontraksi inersia

Merupakan kontraksi dalam proses persalinan yang lemah, pendek, atau tidak sesuai fase. Hal ini umumnya disebabkan karena kelainan fisik bumil, seperti kurangnya nutrisi dan gizi saat hamil, anemia, hepatitis atau TBC, dan tumor pada rahim (mioma uteri).

Kontraksi inersia, ada dua macam, yaitu:

1.  Inersia primer, apabila sama sekali tidak terjadi kontraksi sejak awal persalinan. 

2. Inersia sekunder adalah kontraksi yang awalnya bagus, kuat dan teratur tetapi setelah itu melemah, baik kekuatan kontraksi maupun waktu munculnya kontraksi bahkan menghilang.

[yy/aktual.co]