7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Benjolan Tumbuh di Payudara Tidak Selalu Kanker

Benjolan Tumbuh di Payudara Tidak Selalu KankerFiqhislam.com - Menemukan ada benjolan tumbuh di payudara mungkin akan membuat banyak perempuan mengeluarkan keringat dingin. Tapi jangan khawatir dulu, karena benjolan yang tumbuh di payudara tak selalu kanker.

Dua ahli dari Cleveland Clinic Taussig Cancer Institute menyatakan bahwa tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Ada beberapa sebab lain, tergantung kondisi benjolan dan massanya.

Berikut beberapa arti benjolan yang tumbuh di payudara, seperti dilansir Health.com, Jumat (21/6/2013):

1. Benjolan lembut

Gejala: Benjolan terasa lembut, lembek dan bulat (seperti buah anggur), yang sedikit bergerak ketika ditekan dan dapat menyebabkan rasa sakit ketika disentuh, bisa berukuran besar atau kecil.

Kemungkinan: Kista, atau kantung berisi cairan alami.

Disebabkan oleh: Perubahan hormon sekitar masa menstruasi. Sebanyak 30 persen wanita berusia 35 hingga 50 tahun mengalami kondisi ini.

Yang harus dilakukan: Lakukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah benjolan berisi cairan atau padat (dan mungkin kanker). Dokter dapat memasukkan jarum untuk mengalirkan cairan dan mengurangi tekanan jika kista terasa menyakitkan. Konsumsi pil kontrasepsi dapat menurunkan kejadian kista.

2. Cairan

Gejala: Cairan keluar dari kedua puting susu.

Kemungkinan: Milky discharge.

Disebabkan oleh: Masalah kelenjar tiroid atau pituitari. Penyebab lainnya adalah kehamilan, penggunaan pil KB, atau stimulasi puting.

Yang harus dilakukan: Bicaralah dengan dokter. jika itu masalah kelenjar, biasanya dapat diobati dengan obat-obatan.

3. Massa lunak

Gejala: Massa lembut, kental berukuran sekitar 1 sampai 4 inci, disertai dengan nyeri di satu atau kedua payudara sebelum menstruasi.

Kemungkinan: Perubahan fibrokistik.

Disebabkan oleh: Fluktuasi estrogen dan progesteron, yang dapat mengentalkan jaringan payudara. Kondisi ini mempengaruhi lebih dari 50 persen wanita, serta sering datang dan pergi sampai menopause.

Yang harus dilakukan: Mengurangi rasa sakit dengan konsumsi acetaminophen atau ibuprofen, atau dengan mengenakan bra yang mendukung. Batasi konsumsi lemak dan kafein juga dapat membantu. Bicaralah dengan dokter jika gejala tetap berlangsung.

4. Massa keras

Gejala: Sebuah massa keras, padat yang memiliki sisi tidak teratur atau bergerigi, tapi memiliki tepi halus. Biasanya tidak akan bergerak ketika didorong.

Kemungkinan: Tumor ganas atau kanker.

Disebabkan oleh: Tidak ada yang tahu pasti. Usia dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko, dan penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dua gelas minuman beralkohol per hari dapat meningkatkan risiko sebesar 10 persen.

Yang harus dilakukan: Hubungi dokter dan lakukan pemeriksaan mammografi.

5. Benjolan keras

Gejala: Sebuah benjolan keras, bulat, jelas (yang bisa sangat kecil atau hingga 5 inci) yang dapat berpindah di sekitar bawah kulit tanpa rasa sakit.

Kemungkinan: Fibroadenoma.

Disebabkan oleh: Perubahan kadar hormon. Tumor jinak ini tidak umum seperti kista, tapi bukan hal yang jarang di kalangan perempuan berusia 20-an dan 30-an tahun.

Yang harus dilakukan: Lakukan pemeriksaan mammografi. Biopsi mungkin tidak diperlukan, tetapi lakukan pemeriksaan dengan dokter. Operasi pengangkatan bisa jadi pilihan jika tumornya besar.

[yy/health.detik.com]