pustaka.png
basmalah.png.orig


4 Dzulqa'dah 1442  |  Senin 14 Juni 2021

Mengenal Penyebab-Penyebab Keguguran

Mengenal Penyebab-Penyebab KeguguranFiqhislam.com - Keguguran merupakan hal yang sangat ditakutkan sekaligus dikhawatirkan oleh pasangan suami istri khususnya ibu hamil yang meninginkan anak. Impian untuk memiliki momongan atau keturunan sirna dalam sekejap tatkala sang dokter menyatakan bahwa anda mengalami keguguran.

Berbagai keluhan akan dirasaan baik itu sakit, stress, trauma dan lain-lain yang tentunya semua itu akan selalu menghantui pasangan suami istri yang mendambakan anak.

Keguguran dapat dijelaskan dengan keluarnya janin atau berhentinya kehidupan janin dalam kandungan sebelum bayi mampu untuk hidup di luar kandungan. Biasanya keguguran dapat  terjadi sebelum usia kehamilan 12 minggu atau 20 minggu.

Jika diperkirakan maka akan mendapat angka sekitar 10 sampai 20% kehamilan mengalami keguguran. Hal ini umumnya dialami pada satu dari lima kehamilan atau 1:5. Tetapi jika dirata-ratakan sebagian besar dialami oleh ibu hamil yang berusia 12 minggu.

Banyak sekali faktor penyebab keguguran. Bisa disebabkan oleh faktor makanan, kelainan kromosom, adanya infeksi virus (seperti infeksi HIV, virus TORCH, Hepatitis) pola hidup ibu hamil yang tidak baik dan masih banyak lagi. Dalam hal makanan, memakan buah-buahan maupun sayuran seperti durian, nanas, daun papaya harus dihindari oleh ibu hamil.

Hal ini dikarenakan buah maupun sayuran ini mengandung zat yang dapat melemahkan kandungan sehingga bisa mengakibatkan keguguran. Selain itu, buah-buahan maupun sayur yang tidak dicuci terlebih dahulu secara bersih, juga dikhawatirkan bisa terinfeksi parasit toxo yang bisa menjadi salah satu penyebab keguguran. Untuk itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk membiasakan diri hidup bersih atau makan-makanan yang bersih dan sehat.

Sedangkan untuk daging atau ikan seperti ikan bakar dan sate, hindarilah makanan tersebut jika memasaknya kurang matang. Jika tidak di masak dengan matang, maka di khawatirkana adanya infeksi toxoplasmosis yang bisa menyebabkan cacat pada janin.

Hindari juga hati ayam dan telur mentah yang dapat mengakibatkan infeksi salmonella yang bisa menyebabkan diare akut pada wanita hamil. Selain itu jangan pernah untuk coba-coba makan ikan hiu, ikan sea bass, Ikan tuna steak atau ikan-ikan berukuran besar. Karena ikan-ikan tersebut mengandung merkuri dalam kadar yang tinggi yang bisa berakibat pada kerusakan saraf.

Selain faktor makanan, keguguran bisa juga diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Kebiasaan meminum-minuman beralkohol serta merokok maupun mengkonsumsi obat-obatan terlarang dapat berakibat pada kesehatan janin. Dalam masalah obat ini, ada beberapa obat yang jika dikonsumsi dapat meningkatkan risiko keguguran.

Untuk itu, sangat penting bagi ibu hamil meminta penjelasan kepada dokter jika diberikan obat yang harus dikonsumsi ketika hamil atau ketika ibu hamil tersebut sedang sakit. Karena untuk hal ini juga berlaku untuk obat resep yang diberikan oleh dokter, termasuk obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti ibuprofen  aspirin dan obat-obat yang lainnya.

Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh dan yang lainnya diusahakan harus dihindari juga. Hal itu karena bisa mengganggu berat badan janin, mengganggu berat badan ibu hamilnya, juga serta bisa mengganggu proses penyerapan zink atau zat besi.

Ibu hamil yang mengalami obesitas atau sebaliknya berat badan yang terlampau kurang sehingga bisa menyebabkan gangguan hormonal yang menyebabkan masalah kehamilan.

Sedangkan penyebab keguguran pada trimester pertama sekitar 50% adalah karena kelainan kromosom yang terjadi ketika proses pembuahan. Kelainan ini memang sering terjadi karena telur atau sperma yang masuk memiliki jumlah kromosom yang salah. Akibatnya telur atau embrio yang dibuahi tidak dapat berkembang secara normal.

Kelainan ini terkadang oleh orang medis disebut juga sebagai kegagalan kehamilan dini. Jika usia kehamilan memasuki enam minggu kemudian melakukan USG dan melihat janin maka akan terdengar detak jantung yang normal, maka ibu hamil tersebut tidak memiliki gejala seperti pendarahan atau kram. Sehingga peluang untuk keguguran akan semakin kecil sekali. Ketika itu ibu hamil akan merasa tenang karena janinnya aman.

Selain faktor makanan dan kelainan kromosom, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan ibu hamil memiliki resiko keguguran yang tinggi meskipun setiap wanita berisiko tapi faktor usia ibu hamil yang pada saat hamil usianya menginjak 40 tahun atau lebih akan memiliki resiko keguguran yang tinggi.

Berbanding terbalik dengan ibu hamil yang ketika hamil usianya menginjak 20 sampai 30 tahun. Tentu usia ibu hamil yang 40 tahun akan memiliki resiko keguguran dua kali lipat. Jika ibu hamil memiliki riwayat keguguran dua kali atau lebih riwayat keguguran secara berturut-turut, maka dikhawatirkan akan mengalami keguguran lagi pada kehamilan selanjutnya. Untuk itu, teruslah konsultasikan kehamilannya pada bidan atau dokter supaya bisa terus terpantau.

Jangan lupakan pula riwayat penyakit kronis, seperti diabetes yang tidak terkendali dan kelainan darah tertentu yang diwariskan melalui garis keturunan, gangguan autoimun (seperti sindrom antifosfolipid atau lupus) dan gangguan hormonal (seperti sindrom ovarium polikistik).

Riwayat penyakit di atas merupakan contoh dari beberapa kondisi ibu hamil yang dapat meningkatkan risiko keguguran yang diakibatkan karena riwayat penyakit yang dipunyainya. Selain karena penyakit, ada juga yang karena masalah rahim atau serviks, yaitu adanya kelainan tertentu pada rahim bawaan ibu hamil, kondisi rahim ibu hamil yang parah (pita jaringan parut), atau leher rahim ibu hamil yang lemah bisa dibilang tidak normal (dikenal sebagai insufisiensi serviks).

Ada juga yang terjadi pada rahim. misalnya karena miom atau tumor yang bisa mengganggu perkembangan embrio/janin. Kondisi rahim yang demikian bagi ibu hamil bisa membuka peluang untuk keguguran.

Semoga informasi yang diberikan tentang berbagai penyebab keguguran serta berbagai tips untuk menghindari keguguran di atas bisa bermanfaat untuk ibu hamil, sehingga nantinya diharapkan anda dapt hamil dengan sehat dan bayi yang dilahirkan nantinya juga akan lajir dalam kondisi yang sehat pula.

yy/blog.tempointeraktif.com