18 Rabiul-Awal 1443  |  Minggu 24 Oktober 2021

basmalah.png

Minuman Ringan Picu Kelahiran Prematur

http://4.bp.blogspot.com/_pw_b4_JUNvY/SxbGAmd5iaI/AAAAAAAABQM/V3LveSZHhHw/s320/soda_pregnancy.JPG

MINUMAN ringan yang menggunakan pemanis buatan ternyata berakibat buruk pada wanita hamil. Penelitian terbaru menunjukkan konsumsi minuman bersoda tersebut akan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Para wanita hamil diharapkan waspada saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, terutama minuman ringan bersoda yang mengandung pemanis buatan.

Penelitian terbaru menunjukkan, wanita yang minum minuman yang mengandung pemanis buatan berisiko tinggi untuk melahirkan bayi prematur. Hasil studi ini akan diterbitkan pada edisi September jurnal kesehatan, American Journal of Clinical Nutrition.

Namun, juru bicara sebuah grup perusahaan perdagangan minuman mengungkapkan bahwa penelitian tersebut tidak menunjukkan sebab dan akibat dari keduanya dan tidak perlunya peringatan bagi wanita hamil. Para peneliti sendiri menyebutkan masih diperlukan banyak studi lain sebelum kesimpulan diterapkan sebuah perusahaan.

”Kami melihat adanya hubungan positif antara konsumsi minuman ringan yang mengandung pemanis buatan dengan risiko kelahiran prematur. Namun, memang tidak ada asosiasi perusahaan minuman ringan yang diikutsertakan dalam studi ini,” tulis peneliti dalam kesimpulannya.

Studi ini sendiri dipimpin Thorhallur I Halldorsson dari Centre for Fetal Programming at Statens Serum Institut di Kopenhagen, Denmark. Halldorsson, seperti dikutip di laman webmd.com, mengungkapkan bahwa pihaknya mengamati ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa asupan tinggi minuman ringan berpemanis buatan mungkin berbahaya bagi wanita hamil.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan apakah hal tersebut benar-benar terbukti. Apalagi, minuman ringan telah beredar di pasaran sejak 30 tahun yang lalu, dan sebuah studi sebenarnya tidak cukup untuk menguatkan sebuah indikasi.

”Kita hanya perlu beberapa penelitian lagi untuk mengonfirmasi atau justru menolak penemuan kami. Namun demikian, wajar untuk mendorong wanita hamil untuk mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi makanan dan minuman yang tidak bergizi,” tandasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang meminum satu kaleng atau lebih minuman ringan menggunakan pemanis buatan per hari sebanyak 38% lebih, kemungkinan melahirkan sebelum 37 minggu dibandingkan perempuan yang tidak pernah minum soda.

Sementara itu, wanita yang minum empat kaleng atau lebih setiap hari selama kehamilan meningkat 78% kecenderungan untuk melahirkan prematur. Karena tidak ada peningkatan risiko terlihat di antara wanita yang mengonsumsi minuman manis lainnya, para peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan kelahiran prematur akibat pemanis buatan, bukan karena sodanya.

Namun, proses detail bagaimana atau mengapa pemanis buatan pada minuman ringan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur masih belum jelas. Para peneliti berspekulasi bahwa beberapa bahan pemanis buatan dapat terpecah menjadi zat yang dapat meningkatkan risiko ini. Para peneliti mengumpulkan informasi terkait konsumsi minuman ringan.

Di antara 59.334 wanita dalam studi secara nasional Danish National Birth Cohort di tengahtengah proses kehamilan mereka. Mereka dikendalikan pemerintah setempat agar beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko persalinan prematur termasuk ibu lanjut usia, sejarah merokok, dan berat sebelum hamil dapat diminimalkan.

Secara keseluruhan, 4,62% wanita dalam penelitian terbaru tersebut dilaporkan mengalami kelahiran prematur dan 33,3% di antaranya menerima ”induksi medis” kelahiran prematur, yang berarti sengaja diinduksi oleh dokter agar melahirkan prematur untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi.

Hasil akhir penelitian menunjukkan,konsumsi minuman ringan berpemanis buatan cenderung meningkatkan risiko prematur dini yaitu sebelum 32 minggu kehamilan.

Koran SI/Koran SI/nsa/okezone.com