16 Dzulhijjah 1442  |  Senin 26 Juli 2021

basmalah.png

Obesitas Gandakan Risiko Keguguran

http://www.medicastore.com/images/obesitas_pada_remaja.jpg

Lima puluh persen calon ibu merusak kesempatan mereka memiliki keturunan dengan membiarkan berat badan terus bertambah. Perempuan yang menjalani In vitro fertilisation (IVF), menurut temuan studi terbaru, berisiko lebih dari dua kali lipat mengalami keguguran jika kelebihan berat badan atau obesitas. Dengan perempuan yang menjalani pembuahan alami menghadapi masalah yang sama, studi ini dengan jelas menunjukkan bahwa perempuan yang kelebihan berat badan tidak bisa mengandalkan perawatan kesuburan untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi ibu.

"Sejumlah besar perempuan membahayakan kesempatan mereka memiliki anak. Ini merupakan isu yang sangat penting," terang Profesor Adam Balen dari Leeds Centre for Reproductive Medicine, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Senin (28/6).

Dalam studi ini, peneliti dari Guy's and St Thomas' Hospital di London, mempelajari 318 perempuan yang menjalani IVF. Hampir lima puluh persen partisipan kelebihan berat badan atau obesitas.


Setelah memperhitungkan berbagai faktor, termasuk usia, rekam medis dan sejarah merokok, peneliti menemukan bahwa perempuan obesitas atau kelebihan berat badan dua kali lipat lebih rentan mengalami keguguran.


Apa pemicunya? Penyebab pastinya belum diketahui. Tapi menurut pakar, kadar insulin tinggi dalam darah perempuan obesitas atau kelebihan berat badan bisa merusak lapisan rahim yang lunak.


Bahaya kelebihan berat badan terhadap kehamilan tidak hanya ini. Para ibu yang kelebihan berat badan lebih rentan menderita komplikasi seperti hipertensi dan diabetes, memerlukan operasi sesar dan berisiko lebih besar kehilangan darah saat melahirkan.


Selain itu, anak-anak mereka juga lebih rentan lahir dalam keadaan mati atau meninggal dalam minggu atau bulan pertama kehidupan. Di samping itu, anak juga berisiko lebih besar menderita cacat lahir seperti gangguan jantung.


"Kita tahu bahwa kelebihan berat badan bisa memicu peningkatan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan bayi. Kita menganjurkan setiap perempuan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan menurunkan kelebihan berat sebelum mencoba melakukan pembuahan," papar Clare Lewis-Jones dari Network Uk.

MediaIndonesia.com | Ikarowina Tarigan

 

Artikel Terkait