17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
PEREMPUAN

Bayi Tabung Berpotensi Lahirkan Anak Kembar

http://4.bp.blogspot.com/_Lv7NnMw2G4U/SrCFuasMCWI/AAAAAAAAAPo/Vofw_-xL7sg/s320/baby+names+10.jpg

Program bayi tabung menjadi alternatif bagi pasangan yang memiliki gangguan reproduksi untuk memiliki keturunan. Dengan sistem penanaman embrio, program ini memperbesar peluang lahirnya bayi kembar. "Karena embrio yang ditanamkan ke rahim calon ibu bisa sampai dua atau tiga embrio," kata dr Budi Wiweko, SpOG(K), saat ditemui di Klinik Yasmin Kencana, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Program ini dilakukan dengan mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan, dua sampai tiga embrio kemudian ditanam ke rahim calon ibu.

Prosesnya memakan waktu sekitar empat sampai enam minggu. Dimulai dengan USG kondisi kandungan, pengecekan hormon, penyuntikan obat penekan hormon, penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur, pengambilan sel telur, hingga transfer embrio.

Tingkat keberhasilan bayi tabung sangat ditentukan banyak faktor. Salah satunya, usia calon ibu. Berdasar data Klinik Yasmin Kencana pada 2009, usia paling ideal tidak lebih dari 30 tahun, dengan tingkat keberhasilan 49 persen.

Faktor penentu lainnya adalah cadangan sel telur dan penyakit infertilitas. "Keberhasilan paling tinggi jika penyebabnya ada sumbatan di saluran telur, sedangkan keberhasilan terendah jika penyebabnya adalah endometriosis," kata dr Budi.

Dr Budi menuturkan, kegagalan program bayi tabung mayoritas terjadi pada tahap penempelan (implantasi) embrio di dalam rahim. Faktor psikologis dan dukungan keluarga juga turut mempengaruhi tingkat keberhasilan.

Bagaimana dengan kualitas bayi yang lahir lewat teknologi ini? Tidak ada perbedaan terkait kecacatan, pertumbuhan, dan perkembangan di antara bayi tabung dan bayi terbentuk alami di dalam rahim.

Ingin mencoba program bayi tabung? Klinik Yasmin Kencana menawarkan paket pembentukan bayi tabung dengan harga sekitar Rp 55 juta. Namun, biaya itu tergantung dari kondisi calon ibu. Semakin banyak obat-obatan dan terapi yang dibutuhkan, maka biayanya makin mahal.

Pelayanan lain yang ada di klinik ini antara lain penanganan endometriosis, sindrom ovarium polikistik, gangguan kesuburan dan bayi tabung, gangguan haid dan menopause, keguguran berulang, ginekologi remaja, serta laboratorium immuniendokrinologi reproduksi dan genetika.

VIVAnews - Pipiet Tri Noorastuti, Gestina Rachmawati