fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Akupuntur "Obat" Mujarab Pascapersalinan

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2009/08/akupuntur-dalamtheclinicard.jpg

Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada obata-obatan, akupunturpun digunakan untuk mempercepat pemulihan pascaersalinan.  Itulah yang dilakukan para dokter kandungan di negara yang selalu bergolak, Irak. Dalam sebuah makalah yang dipresentasikan dalam sebuah forum medis di London, Inggris, lebih dari 200 kasus di sebuah rumah sakit Baghdad, teknik pengobatan kuno Cina ini menjadi tambahan yang berguna untuk praktik medis standar di rumah sakit yang lengkap.

Hasilnya sungguh diluar dugaan. Selain mempercepat penyembuhan pascapersalinan, akupuntur juga bermanfaat mengurangi kebutuhan akan obat yang disebut oxytocin yang seringkali diberikan kepada ibu setelah melahirkan secara operasi caesar.


Para dokter kandungan yang juga belajar akupuntur memasukkan jarum-jarum halus  ke titik-titik tertentu pada tubuh, untuk melihat apakah mereka bisa mengganti atau mengurangi oxytocin yang seringkali diberikan kepada ibu hanya setelah melahirkan c-section untuk membantu kontrak rahim dan untuk mengurangi risiko pendarahan. Oksitosin adalah hormon yang juga terjadi secara alami di dalam tubuh selama persalinan.

Penelitian dilakukan di bagian darurat caesar di Pusat Ginekologi dan Kebidanan Rumah Sakit Bulan Sabit Merah di Baghdad antara tahun 2004 hingga 2006 ketika persediaan oksitosin rendah. "Oksitosin tak begitu diperlukan ketika pasien telah mendapat akupuntur," kata Lazgeen Zcherky, seorang ahli anestesia yang memimpin penelitian. "Dengan begitu kami dapat menghemat persediaan obat-obatan dan juga tanpa efek sakit pada pasien kami."

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 persen perempuan yang menrima akupuntur menjelang dan setelah persalinan, kontraksi rahim itu dianggap cukup tidak membutuhkan apapun oksitosin, dan 30 lebih persen wanita hanya memerlukan dua unit obat. Tingkat standar oksitosin yang digunakan biasanya antara 10 sampai 20 unit.

Siwi Tri Puji/Republika.co.id/the Telegraph