7 Rajab 1444  |  Minggu 29 Januari 2023

basmalah.png

Tujuh Cara Sehat Sambut Kehamilan

http://4.bp.blogspot.com/_i3fzZKW-Dek/SlgOMFO1H5I/AAAAAAAAAAM/r-pTx4bptFc/s320/ibu+hamil.bmp

HAMPIR setengah dari seluruh kehamilan biasanya datang tanpa direncanakan. Menjalani gaya hidup sehat merupakan tindakan terbaik yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan tubuh menyambut kehamilan. Direncanakan atau pun tidak direncanakan, Anda tentu ingin agar calon buah hati mengalami proses tumbuh kembang yang baik dan maksimal sejak masa kehamilan.

Mulai sekarang, cegah cacat lahir atau dampak kesehatan lain yang tidak disengaja dengan menjalani pola hidup sehat berikut ini.

Hidup sehat
Kurangi konsumsi alkohol, kafein, dan hindari rokok selama kehamilan. Perempuan yang merokok selama kehamilan, atau terekspos asap rokok (perokok sekunder) lebih berisiko melahirkan bayi dengan ukuran dan berat badan di bawah normal. Sementara itu, alkohol dan kafein memperendah tingkat kesehatan secara keseluruhan dan berpengaruh buruk terhadap janin dalam kandungan.

Hindari pestisida
Menurut Enviromental Working Group, Anda bisa mengurangi paparan pestisida hingga 90 persen dengan menghindari sayuran dan buah-buahan yang paling terkontaminasi, seperti peach, apel, paprika manis, seledri, nektarin, stroberi, ceri, selada, anggur, wortel, dan pir. Jika Anda sungguh ingin mencicipi buah-buahan dan sayuran ini, pilih produk organik. Sementara itu, sayuran dan buah-buahan yang paling rendah paparan pestisidanya seperti bawang, alpukat, jagung manis, nanas, mangga, asparagus, kacang polong manis, kiwi, kol, terung, pepaya, semangka, brokoli, tomat, dan ubi jalar.

Konsumsi asam folat
Perbanyak asupan asam folat sebelum dan di saat kehamilan. Sumber utama asam folat termasuk kacang kering dan kacang polong, jeruk-jerukan, bayam, dan brokoli. Asupan asam folat yang memadai pada tahap awal perkembangan bayi, membantu mencegah kerusakan syaraf, seperti spina bifida. Akan tetapi, asupan asam folat berlebih juga dapat menimbulkan risiko tersendiri. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui seberapa banyak jumlah yang dibutuhkan.

Kurangi lemak hewan
Kurangi asupan lemak hewan selama masa kehamilan. Produk hewani bisa mengandung hormon sintesis, antibiotik, dan senyawa organoklorin, seperti dioxin, DDT dan pestisida lain, yang terkonsentrasi dalam lemak hewan. Bahan kimia sama yang menumpuk di lemak hewan ditransfer ke dalam tubuh ketika kita memakannya. Mereka kemudian menetap di tubuh selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerusakan secara diam-diam. Ketika Anda membeli daging, unggas, atau susu, cari pilihan rendah lemak. Penuhi kebutuhan tubuh akan lemak tak jenuh dari sumber tumbuhan seperti kenari, biji rami, dan alpukat. Buang semua lemak dan kulit, dan panggang daging dan ikan untuk membuang lemaknya. Hindari mengolah dengan cara menggoreng karena dapat mengunci kontaminan tersebut. Ada baiknya pula mengurangi konsumsi daging dengan menyantap menu vegetarian sekali dalam seminggu.

Hati-hati mengonsumsi seafood
Pilih hidangan laut atau seafood yang aman. Mengonsumsi hidangan laut merupakan cara utama tubuh kita terpapar methylmercury, suatu neurotoksin yang kuat. Selain itu, ikan juga bisa terkontaminasi PCB, yang berpotensi menjadi karsinogen. Meski demikian, ikan tetap menjadi sumber penting lemak baik yang dikenal dengan asam lemak Omega-3. Pilih hidangan laut yang diolah dengan baik dari jenis dengan kadar kontaminasi rendah, seperti herring, makarel, teri, kerang, salmon liar alaska, dan udang.

Jauhi plastik
Beberapa jenis plastik menyebabkan polusi berbahaya selama proses pembuatan. Beberapa di antaranya mengandung bahan kimia yang dicurigai menyebabkan bahaya--terutama bagi perkembangan janin. Hindari plastik dengan kode nomor 1, 3, 6, atau 7 (PC). Kode-kode resin ini biasanya dicantumkan di bagian bawah produk plastik dalam segitiga anak panah. Ketika menggunakan plastik apa pun, lebih aman untuk tidak memasukkannya ke dalam microwave atau digunakan untuk membungkus makanan panas.

Kurangi produk perawatan pribadi
Banyak produk perawatan pribadi mengandung bahan kimia yang mengganggu hormon bayi yang berguna untuk proses tumbuh kembang janin. Selain itu, sejumlah produk juga mungkin mengandung karsinogen dan neurotoxicants. Cara terbaik untuk Anda dan bayi adalah mengurangi jumlah pemakaian dan memilih produk yang paling aman. Hindari produk yang mengandung parabens, ftalat (DEHP, BBP, DBP, DMP, DEP), DMDM Hydantoin, pewangi, Triclosan, Sodium Lauryl/Laureth Sulfat, DEA (diethanolamine) dan TEA (trietanolamin), formaldehida, PEG (glikol polietilen), dan senyawa apa pun dengan ''glikol'' atau ''metil.''

MediaIndonesia.com - Yulia Permatasari