fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Obat Antidepresi Bahayakan Janin

http://3.bp.blogspot.com/_2jr_nrVCEOw/S3AzdrmueyI/AAAAAAAAAa0/WK-NNXKsq9o/s200/antidepresan.jpg

IBU hamil seringkali mengalami depresi. Gangguan ini bisa diatasi dengan obat antidepressant (antidepresi). Akan tetapi, ada baiknya membatasi penggunaan karena pakar kesehatan telah mengingatkan penggunaannya berbahaya untuk janin. Badan Pengawas Obat Pemerintah Inggris ( Government medicines watchdog) menerangkan kepada para dokter bahwa bayi-bayi berisiko lebih besar mengalami gangguan paru-paru jika calon ibu menggunakan obat antidepresi seperti Prozac dan Seroxat.

Badan Pengatur Obat-Obatan dan Produk Kesehatan (The Medicines and Healthcare products Regulatory Agency/MHRA) menganjurkan agar penggunaan obat tersebut dimonitor dengan lebih hati-hati mengingat bayi berisiko mengalami persistent pulmonary hypertension setelah dilahirkan.

Persistent pulmonary hypertension umumnya menyerang dua dari 1.000 kelahiran. Akan tetapi, studi terbaru mengindikasikan bahwa bayi dari ibu yang menggunakan antidepressant berisiko ganda, menyerang sekitar lima dari 1.000 kelahiran. Kondisi yang mengancam hidup ini ditandai dengan ketidakmampuan bayi untuk beradaptasi bernapas di luar rahim.

Risikonya bahkan lebih besar jika ibu menggunakan obat yang dikenal dengan SSRIs (obat depresi generasi baru) di akhir-akhir kehamilan.

Imbauan ini dikeluarkan lima tahun setelah studi pertama menunjukkan adanya hubungan antara obat-obatan dan cacat lahir. MHRA menyarankan agar dokter tidak meresepkan obat-obatan tersebut kepada perempuan hamil, kecuali jika diperlukan. Akan tetapi, diungkap bahwa tahun lalu para dokter masih meresepkan obat-obatan tersebut kepada perempuan yang berencana hamil.

Peringatan ini dikeluarkan setelah penelitian yang dilakukan oleh European Medicines Agency’s Pharmacovigilance Working Party mengkonfirmasi adanya hubungan tersebut. Imbauan ini diuraikan dalam update panduan penggunaan obat terbaru yang dikeluarkan oleh MHRA setiap bulannya.

Dalam panduan tersebut, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Minggu (16/5), ditulis:'Sebuah review data telah menunjukkan bahwa penggunaan SSRIs selama kehamilan, khususnya di akhir kehamilan, meningkatkan risiko persistent pulmonary hypertension pada bayi yang baru lahir.'

MediaIndonesia.com