<
pustaka.png
basmalah.png

》PEREMPUAN

Kopi Bikin Bayi Lahir Lebih Kecil

Fiqhislam.com - Anda pencinta kopi? Tidak ada salahnya. Hanya saja jika sedang hamil, ada baiknya membatasi asupan. Calon ibu yang minum enam cangkir kopi setiap hari, menurut temuan studi terbaru, cenderung memiliki bayi berukuran lebih kecil dibandingkan calon ibu yang mengonsumsi lebih sedikit kafein.

Dalam studi ini, peneliti mengikuti perkembangan 7.346 perempuan Belanda mulai dari awal kehamilan.Antara dua dan tiga persen partisipan mengaku mengonsumsi kafein setara dengan enam cangkir kopi per hari di setiap trimester.

Peneliti menemukan, rata-rata bayi mereka lahir sedikit lebih pendek dibandingkan bayi dari ibu yang mengonsumsi lebih sedikit kafein selama kehamilan. Selain itu, peminum berat kafein juga mengalami peningkatan risiko memiliki bayi yang termasuk kecil dilihat dari usia kehamilan.

Akan tetapi, temuan ini didasarkan pada jumlah bayi yang terlalu sedikit dan kepastiannya belum bisa ditentukan. Dari 104 bayi yang lahir dari ibu dengan asupan kafein tertinggi, tujuh berukuran lebih kecil dilihat dari usia kehamilan.

Temuan yang dilaporkan di American Journal of Clinical Nutrition ini menambah jumlah penelitian yang saling bertentangan mengenai apakah asupan kafein selama kehamilan mengganggu pertumbuhan janin.

Beberapa studi misalnya, telah menghubungkan asupan kafein teratur selama kehamilan (bahkan jumlah kecil atau dua cangkir kopi sehari) dengan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat rendah. Tapi, studi-studi lain tidak menemukan adanya hubungan. Peneliti juga mempunyai kesimpulan saling bertentangan mengenai pengaruh kafein terhadap risiko keguguran.

Dalam studi terbaru ini, Rachel Bakker dan teman-temannya dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, menggunakan pemindaian ultrasound untuk memonitor pertumbuhan janin selama kehamilan 7.346 perempuan. Pada setiap trimester, para partisipan diminta melaporkan asupan kopi atau teh mereka. Sebagian besar perempuan mengonsumsi kurang dari empat cangkir kopi per hari. Tapi, antara dua dan tiga persen minum hingga enam cangkir atau lebih.

Secara umum, bayi-bayi yang lahir dari peminum berat kafein, sedikit lebih pendek."Asupan kafein kelihatannya memengaruhi pertumbuhan panjang janin mulai dari trimester pertama hingga ke depannya," tutur Bakker, seperti dikutip situs reuters.com, Kamis (20/5).

Melihat belum jelasnya pengaruh kafein terhadap kehamilan dan perkembangan janin, para pakar menganjurkan agar peremuan hamil mengambil langkah aman dengan membatasi asupan kafein.

MediaIndonesia.com

 

top