4 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 30 September 2022

basmalah.png

Deteksi Dini Bayi Kembar Siam

http://3.bp.blogspot.com/_FIK4Je7TAiQ/S3q8t8WvCXI/AAAAAAAACjA/guhxY9uQGjw/s400/TwinUltrasound.jpg

Kasus bayi kembar siam di Indonesia masih cukup tinggi. Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) setidaknya pernah menangani sekitar 30 kasus. Mayoritas menimpa keluarga kelas menengah ke bawah. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSCM, Omo Abdul Madjid, mengatakan, bayi kembar siam bisa dideteksi sejak masih berada di dalam kandungan.

Deteksi detail mengenai kondisi bayi di dalam kandungan bisa dilakukan melalui pemeriksaan USG (Ultra-sonography). "Ciri-cirinya fisiknya antara lain, perut ibu hamil lebih besar dari usia kandungan," katanya di RSCM, Jakarta, Kamis, 15 April 2010. 

Namun, Omo tak dapat menjelaskan detail mengenai penyebab terjadinya bayi kembar siam. "Kasus bayi kembar siam bisa terjadi karena proses pemisahan yang tak sempurna," ujarnya.


Keberhasilan penanganan kasus bayi kembar siam juga tergantung kondisinya.


RSCM berhasil memisahkan bayi kembar siam Lulu dan Lala yang dirujuk dari RSUD Soedarso Pontianak. "Jenisnya omfalopagus, artinya melekat pada daerah sekitar pusar," ujarnya.

Bayi itu lahir secara caesar di Pontianak, 13 Juni 2009 dengan berat total 5,2 kilogram dan panjang 40 sentimeter. Mereka mulai menjalani perawatan di RSCM sejak 20 Januari 2010. "Kondisinya setelah persalinan baik. Masing-masing memiliki organ tubuh lengkap dan berfungsi baik, tapi terdapat penyatuan di daerah perut dan pada organ hati," ujarnya.

Kondisi bayi mulai membaik pascaoperasi yang menghabiskan dana Rp 350 juta itu. Namun, keduanya masih harus beradaptasi. "Ada gangguan tapi wajar. Gerakan motorik masih kurang bagus, salah satu bayi masih belum bisa duduk," ujarnya.


Dokter spesialis bedah anak yang memimpin operasi itu, dr Amir Thayeb, mengatakan, operasi pemisahan bayi Lulu dan Lala telah diperkirakan keberhasilannya karena masing-masing bayi memiliki organ lengkap. Organ yang menempel juga tidak banyak, hanya hati.


Sebelumnya, Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya kembali menerima pasien bayi kembar siam asal Kriyan, Sidoarjo. Bayi kembar siam ini dempet dada hingga perut. Proses kelahiran bayi dilakukan dengan operas caesar dan kondisi bayi mengalami lemah jantung sehingga membutuhkan bantuan oksigen. Menurut tim dokter bayi kembar siam ini sulit dipisahkan.

Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya kembali menerima rujukan bayi kembar siam anak pertama dari pasangan baru menikah Santi Gerhana Sari dan Sigit. Bayi kembar siam ini lahir di Rumah Sakit Umum Al Islam Kriyan pada hari Kamis tanggal 30 Januari lalu dengan berat 4.400 gram dengan jenis kelamin perempuan.

Bayi kembar siam ini dempet dari dada atas hingga perut. Selain itu kedua bayi juga memiliki beberapa kelainan seperti lemah jantung hingga membutuhkan bantuan oksigen. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya, Agus Hariyanto menyatakan, selain dempet perut hingga dada, bayi juga memiliki kelainan sehingga sulit untuk dipisahkan.

Kedua bayi dengan nama Sri Mulyani Indah dan Sri Lestari Endah Pratiwi ini merupakan kasus bayi kembar siam yang ke 30 dari 10 kasus yang selamat. Mengingat resiko pemisahan yang cukup besar oleh karena itu pihak Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya tidak akan melakukan tindakan pemisahan.

fn/vs/id/SuaraMedia News