<
pustaka.png
basmalah.png

》PEREMPUAN

Berani Hamil dengan Thalassemia

Fiqhislam.com - Sinta Ramadhani tahu betul bagaimana risiko yang dihadapi jika dirinya hamil dan memiliki anak. Penderita thalassemia ini siap lahir batin dengan risikonya.

Sinta Ramadhani yang berusia 21 tahun kini tengah hamil 24 minggu (6 bulan). Sinta didiagnosa menderita thalassemia mayor sejak usia 1 tahun.

Sejak saat itu pula ia harus rajin ditransfusi darah. Organ limpa wanita tersebut bahkan sudah diangkat sejak 7 tahun yang lalu.

Tapi meski menderita thalassemia mayor yang membuatnya harus rutin transfusi darah, tak menghalangi niat Sinta untuk memiliki anak.

"Suami saya normal dan dia teman main saya dulu. Dia nggak ada keluhan apa-apa karena ya mau gimana lagi. Orangtuanya juga nggak ada keluhan apa-apa," jelas wanita yang lahir 29 Maret 1990 tersebut, disela-sela acara Press Briefing 'Satukan Cinta Kendalikan Thalassemia' di Prodia Tower, Jakarta.

Menurut Sinta, ayah dan ibunya adalah pembawa gen thalassemia (thalassemia minor). Dari 4 bersaudara, ia dan kakaknya Anjar (27 tahun) harus menerima kenyataan menderita thalassemia mayor, sedangkan kedua orang saudaranya normal.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan atau diwariskan, ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek (<120 hari) sehingga penderita mengalami anemia dan harus menjalani transfusi darah seumur hidup.

Thalassemia ditemukan di seluruh penjuru dunia. Frekuensi pembawa gen thalassemia di Indonesia berkisar 6-10 persen, artinya dari setiap 100 orang terdapat 6 sampai 10 orang pembawa gen thalassemia (thalassemia minor).

Hingga kehamilan minggu ke-24, ia mengaku belum melakukan skrining prenatal untuk memastikan apakah janin yang dikandungnya akan menderita thalassemia mayor.

Namun, dengan menikahi pria normal maka 100 persen kemungkinan anak yang dikandung Sinta adalah pembawa gen thalassemia (thalassemia minor) dan tidak akan bernasib sama dengan ibunya.

"Kondisi kehamilan sehat, sekarang berat badan saya 44 kg, sebelum hamil 36 kg," jelas Sinta yang harus rutin transfusi darah di RS Cipto Mangunkusumo.

Sinta mengaku organ limpanya sudah diangkat sejak tahun 2004 karena sudah mengalami pembengkakan dan rusak.

"Jadi yang tadinya transfusi 1 bulan sekali sekarang cuma 3 bulan sekali," jelas Sinta.

Sinta menceritakan kehidupannya selama ini berjalan normal, bahkan ia sempat menamatkan sekolahnya hingga bangku SMA, walaupun harus bolos tiap bulan untuk transfusi darah.

"Kalau terlambat transfusi rasanya kaki lemas, kram, ya kaya mobil yang kehabisan bensin jadinya mogok," jelas Sinta.

Ia menjelaskan, setiap kali melakukan transfusi darah, ia harus menghabiskan waktu kira-kira 4 jam. Darah yang ia gunakan juga bukan darah biasa.

"Saya pakai darah cuci, karena dulu pakai darah yang biasa alergi, jadi gatal-gatal bentol gitu. Jadi dokter menyarankan pakai darah cuci sejak SD. Alhamdulillah sekarang nggak pernah gatal-gatal lagi," jelas Sinta.

Sinta berharap kehamilannya sekarang bisa berjalan lancar tanpa ada halangan apapun meski ia menderita thalassemia mayor.

"Doakan saja anak saya nanti sehat-sehat saja. Kan seperti yang dijelaskan tadi, kalau thalassemia mayor menikah dengan yang normal nanti anaknya jadi pembawa (thalassemia minor)," ujar Sinta.

Merry Wahyuningsih - detikHealth

 

top