pustaka.png
basmalah.png


11 Dzulqa'dah 1442  |  Senin 21 Juni 2021

Tindakan Aborsi Melonjak pada Wanita Berusia 40 Tahun

http://4.bp.blogspot.com/_pw_b4_JUNvY/S0ORhMdaVCI/AAAAAAAABZU/3mbnW6oBoYs/s320/nurse_pregnant_woman.JPGJumlah wanita yang melakukan aborsi telah meningkat hampir sepertiga dalam satu dekade terakhir. Hal ini terjadi kebanyakan pada wanita usia 40-an tahun.

Kenaikan tiba-tiba ini dikaitkan dengan peningkatan aktivitas seksual pada kalangan yang disebut dengan "Seks dalam Generasi Perkotaaan." Wanita dewasa, termasuk yang masih lajang maupun telah bercerai, lebih menikmati hubungan yang santai dan cenderung mengambil resiko dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Dilansir dari laman
Daily Mail, Minggu, 29 Mei 2011, sekitar 8.179 wanita berusia 40 tahun atau lebih melakukan aborsi tahun lalu. Di sisi lain, lebih dari 650 wanita berusia di atas 45 tahun juga melakukannya.

Direktur Eksekutif dari British Pregnancy Advisory Service, Anne Furedi, berkata ia meyakini peningkatan tersebut akibat wanita masa kini memiliki aktivitas seksual lebih lama dibandingkan wanita dahulu.

Menurutnya, di usia 40 tahun wanita melihat diri mereka sebagai pemain dalam aktivitas seksual meskipun mereka tidak dalam suatu hubungan atau dikatakan menikah.


Sebagian besar aborsi dilakukan kurang dari 12 minggu setelah dilakukan tes kehamilan. Ini menandakan kehamilan tersebut tidak direncanakan.


Ada beberapa wanita yang mencoba untuk hamil, tapi memutuskan untuk melakukan aborsi karena beberapa alasan, seperti kemungkinan bayi mengalami
down syndrom.

Josephine Quinatavalle dari Pro-Life Alliance berkata, "Angka ini sangat menyedihkan. Jika hal ini terjadi pada usia remaja, ketidaktahuan terkadang menjadi alasan. Namun, ini terjadi pada wanita usia sekitar 40 tahun. Sudah seharusnya mereka memiliki pengetahuan mengenai hal ini."

"Tampak luar biasa dalam usia sematang itu wanita melakukan tindakan yang sembrono seperti itu," ungkap Quinatavalle.


Dari data-data itu terlihat, dalam tiga dekade terakhir persentase wanita melajang di Inggris meningkat lebih dari dua kali lipat. Dalam periode yang sama, angka perceraian pun meningkat tajam menjadi setengah dari angka pernikahan yang terjadi di Inggris.

tempointeraktif.com