20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
PEREMPUAN

Ibu Donorkan Rahim Untuk Anaknya

http://1.bp.blogspot.com/-IanjgxZyT4g/TbmYhAjjlHI/AAAAAAAAKiQ/_iBWXbHRpr8/s1600/66600_ibu_dan_anak_300_225.jpgSara Ottoson, 25, akan menjadi perempuan pertama di dunia yang memiliki rahim, hasil donor dari ibunya. Sara terlahir sebagai perempuan tanpa rahim. Dia terpilih untuk menjalani operasi transplantasi rahim eskperimental. Pendonor rahimnya adalah ibunya sendiri Eva Ottonson.

"Aku punya dua anak perempuan. Dan Sara mebuh membutuhkan (rahim)-nya daripada saya,'' kata Eva, memberikan alasan mengapa dia rela mendonorkan rahimnya ke putri kandungnya.

Pada operasi transplantasi ini, rahim Eva akan dipindahkan ke perut Sara. Kemudian, telur Sara akan dicangkokkan ke rahim hasil transplantasi itu. Proses kehamilannya harus melalui in vitro atau pembuahan di luar.

Kasus semacam itu sebetulnya pernah terjadi di Arab Saudi pada 2000. Namun, tubuh penerima menolak organ asing. Akibatnya, empat bulan kemudian, rahim itu dilepas.

Untuk kasus Sara ini, operasi akan dilakukan ahli bedah Swesdia Mats Brannstrom, dibantu pakar ginekolog dari Antelope Valley Hospital, Lancaster, Cali, Edwin Ramirez. Kasus Sara ini cukup menarik karena ibu kandungnya yang akan mendonorkan rahim. Ramirez tidak mempersoalkan apabila si pemilik rahim sudah memasuki masa menopause. "Rahim tetap akan berfungsi jika Anda memberikan hormon estrogen. Rahim akan merespons," ungkapnya.

Keuntungan transplantasi rahim dari ibu dan anak, kemungkinan sangat kecil terjadi penolakan. Pasalnya, 50% gen yang ada pada ibu dan anak sama. Sehingga memudahkan dokter untuk mengunci organ yang ditransplantasikan.

Remirez menambahkan nantinya Sara bisa hamil normal, dan melahirkan dari rahim sendiri. Anak Sara akan menjadi bayi pertama di dunia yang lahir dari rahim transplantasi. (Livescience/Nda/OL-11)

mediaindonesia.com