21 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 24 Januari 2022

basmalah.png
PEREMPUAN

Asupan Garam Saat Hamil Pengaruhi Ginjal Bayi

Asupan Garam Saat Hamil Pengaruhi Ginjal BayiIbu hamil biasanya dianjurkan untuk mengontrol asupan garam karena bisa memicu kaki bengkak. Ternyata asupan garam saat hamil juga bisa mempengaruhi perkembangan ginjal bayi.

Sebuah studi baru menemukan bahwa asupan garam baik yang terlalu sedikit atau terlalu banyak selama kehamilan bisa memberikan efek terhadap perkembangan ginjal janin yang dikandungnya. Konsekuensi yang didapatkan salah satunya adalah mengakibatkan tekanan darah tinggi dikemudian hari.

Sementara itu pada penelitian sebelumnya telah diketahui hubungan antara tekanan darah tinggi dengan jumlah nefron yang rendah. Hal ini penting karena nefron adalah unit struktural dan fungsional dasar dari ginjal, seperti dikutip dari MedIndia Sabtu (30/7/2011).

Para peneliti dari University of Heidelberg dan University of Aarhus melakukan studi dengan menggunakan hewan percobaan tikus yang diberikan diet rendah, sedang dan tinggi natrium selama kehamilan dan juga menyusui.

Peneliti akan menilai struktur dari ginjal setelah 1-12 minggu setelah kelahiran, serta mengukur protein yang diketahui terlibat dalam pengembangan ginjal diperiksa pada saat lahir dan usia 1 minggu. Hal lain yang juga turut diukur adalah tekanan darah selama usia 2-9 bulan.

Hasil yang didapatkan adalah jumlah glomerulus (unit struktural utama dari ginjal) selama 1-12 minggu secara signifikan lebih rendah dan tekanan darah yang lebih tinggi jika ibunya mengonsumsi garam dalam jumlah sedikit atau terlalu banyak, dibandingkan dengan yang normal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa asupan garam yang terlalu rendah dan juga terlalu tinggi selama hamil bisa menghambat perkembangan glomerulus baru sehingga nefron yang terbentuk akan sedikit. Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Physiology-Renal Physiology.

Meski begitu bukan berarti ibu hamil tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali, tapi bisa dikurangi jumlahnya seperti memilih mengonsumsi makanan yang segar dibanding makanan kemasan atau yang diproses, serta kurangi penggunaan kecap dan bumbu penyedap dalam setiap masakan.

Vera Farah Bararah - detikHealth