22 Jumadil-Akhir 1443  |  Selasa 25 Januari 2022

basmalah.png
PEREMPUAN

Keguguran Berulang, Kok Bisa?

Keguguran Berulang, Kok Bisa?Keguguran merupakan suatu kondisi yang umum terjadi, dan dialami bumil. Namun jika kondisi itu kerap terjadi, tentu terbesit dalam tanya, apa penyebabnya?

Benarkah seringnya saya keguguran disebabkan oleh diabetes melitus (DM) yang saya derita atau faktor lain? Kalau ya karena DM, adakah terapi tertentu agar saya tidak keguguran lagi?

Menjawabnya, dokter spesialis obstetri dan ginekoloh Dr Bambang Fadjar, Sp.Og memberi penjelasannya.

Keguguran yang Moms alami termasuk keguguran berulang. Bisa saja keguguran yang Moms alami hanya disebabkan dari penyakit Diabetes Mellitusnya saja, atau mungkin kombinasi dengan penyebab lain.

Untuk Lebih pastinya lebih baik Moms memeriksakan diri ke dokter kandungan. Lakukan tes darah, baik Mom dan Dad untuk mengetahui apa yang sebenarnya menyebabkan keguguran berulang.

Karena kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, dan bias saja disebabkan lebih dari satu penyebab.

Beberapa faktor penyebab:

1.    Gen / Kromosom yaitu bila terdapat keabnormalan dari kariotipe (gen)
pada calon orang tua. Akan tetapi bias juga kelainan pada embrio (calon janin) sehingga tidak dapat berkembang dan akhirnya gugur, yang bias disebabkan ketidak normalan kromoson atau struktur.

2. Antonmi (bentuk rahim) dan adanya kelainan. Adanya  tumor, miom, polip atau sekat pada rahim dapat menyebabkan keguguran berulang, sedangkan sebuah penelitian lain juga menyebutkan jika wanita dengan kelainan rahim yang tidak di koreksi mempunyai angka keguguran dan persalinan prematur yang tinggi. Adanya leher rahim yang terlalu pendek juga bias menyebabkan keguguran yang berulang.

3. Endokrin yang termasuk golongan ini adalah hormone progresterone
(hormone yang berfungsi mempertahankan kehamilan), kelenjar teroid (gondok) dan penyakit diabetes.

4. Infeksi pada rahim Beberapa penyakit seperti bacterial vaginosis,
kalimidia atau TORCH (Toksoplasma, Rubela, Citomegalovirus, atau Herpes) yang terjadi saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran.

5. Kelainan Darah Khususnya yang berhubungan dengan peningkatan
aktivitas pembekuan darah, mengakibatkan terjadinya sumbatan dipembuluh darah yang mengalirkan darah dari ibu ke janin. Sumbatan itu menyebabkan janin tidak dapat tumbuh dengan baik dan meninggal.

6. Faktor Imun Ibu Misalnya penyakit Antifosfofolipid

Cegah Keguguran

Diabetes Mellitus atau kencing manis dapat terjadi pada saat sebelum hamil atau justru terjadi karena kehamilan (Diabetes gestasional). Untuk mencegah terjadinya keguguran, Moms bisa melakukan terapi di bawah ini :

1. Tanpa obat

Pengaturan makan. Koordinasi dengan dokter spesialis gizi klinik untuk menentukan berapa kalori yang dibutuhkan dan jenis makanan apa saja yang dianjurkan dan dihindari.

Olahraga. Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter, jenis olahraga apa yang terbaik dan aman untuk bumil. Perhatikan pula kadar gula selama berolahraga, agar tidak terlalu rendah (hipoglikemi) karena dapat membahayakan.

2. Dengan obat

Yaitu dengan menggunakan insulin, baik melalui obat minum maupun suntikan. Dimulai dari dosis kecil dan ditingkatkan sesuai kebutuhan untuk mencapai kadar gula darah yang normal.

Moms tidak perlu khawatir terhadap pengaruh buruk insulin pada pertumbuhan janin. Justru pemberian insulin ini diharapkan dapat membantu tercapainya kadar gula darah normal sehingga janin dapat tumbuh dengan baik dan terhidar dari kesulitan saat persalinan.

Kapan boleh hamil lagi?

Umumnya  setelah lewat masa siklus haid sebanyak dua kali, rahim telah siap kembaliuntuk proses kehamilan. Namun sebaiknya Moms memastikan dulu apakah faktor penyebab keguguran diatas sudah dihilangkan, untuk mencegah keguguran terulang kembali.

Sumber: Mom & Kiddie
okezone.com