29 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 04 Desember 2021

basmalah.png

Mayoritas Perempuan Gemar Membuang Produk Kecantikan

Mayoritas Perempuan Gemar Membuang Produk Kecantikan Fiqhislam.com - Apakah Anda memiliki krim khusus untuk tubuh, krim malam, krim mata, krim tangan, atau krim antipenuaan? Berapa banyak yang telah Anda gunakan dalam hari, minggu, atau satu bulan terakhir? Berapa banyak yang telah memasuki masa kedaluwarsa? Sebuah studi baru yang digelar Vaseline menemukan bahwa kebanyakan peremuan sangat boros dalam membeli produk perawatan kulit.

Rata-rata perempuan memiliki delapan produk perawatan kulit dan hanya menggunakan dua di antaranya secara teratur. Akibatnya, mereka akan menyia-nyiakan uang sebesar US$1.500 atau sekitar Rp13 juta membeli produk ujung-ujungnya hanya diletakkan di meja dengan penuh debu.

Satu dari tujuh perempuan yang disurvei pun mengaku menimbun produk kedaluwarsa selama lebih dari tiga tahun karena tidak ingin menyingkirkan mereka. Berikut adalah hasil statistik lain dari survey itu:

a. Perempuan berusia 18 sampai 34 tahun merupakan kalangan yang paling banyak membeli produk perawatan kulit.

b. Sebanyak 20 persen perempuan berusia 25 sampai 34 tahun telah menghabiskan US$240 atau Rp2 juta untuk upaya menyempurnakan kulit mereka.

c. Perempuan mulai menghabiskan uang untuk dewi perawatan kulit sekitar usia 25 tahun. Sebaliknya, ketika memasuki usia 55 tahun, mereka mulai mengurangi upaya tersebut.

d. Perempuan berusia 65 atau lebih merupakan kalangan yang paling sedikit membeli atau melakukan upaya perawatan kulit.

Industri kecantikan memang sangat pintar dalam meyakinkan kaum perempuan bahwa mereka membutuhkan krim dan ramuan untuk kulit kering, keriput, dan mata bengkak. Tapi, pada akhirnya kita kerap dikecewakan dengan hasil yang tidak memuaskan.

Sulit untuk menemukan produk yang cocok untuk kita tanpa mencobanya. Jadi, mungkin jawabannya adalah sampel gratis! Maka itu, di waktu berikutnya jika Anda berada di sebuah gerai kosmetik coba dahulu produk yang diminati sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.

Prita Daneswari
mediaindonesia.com