fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Daun Pepaya dan Nanas Baik bagi Ibu Hamil dan Bayi

Fiqhislam.com - Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan, dr Minarto mengatakan bahwa saat ini masih banyak pola makan masyarakat Indonesia yang perlu diperbaiki.

“Pola makan masyarakat Indonesia perlu diperbaiki,” katanya melalui telepon pada Senin, 23 Januari 2012.

Menurut Minarto, masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya pada mitos. Padahal tidak semua mitos tentang pola makan itu benar. “Orang bilang, saat hamil tidak boleh makan daun pepaya dan nanas, nanti keguguran. Padahal itu mengandung zat besi dan vitamin c yang sangat berguna untuk sang ibu dan bayi,” kata Minarto.

Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI, dr. Subagyo Partodiharjo, menyampaikan cara pola makan pada tujuh masa kehidupan. Pada masa kehamilan, menurut Subagyo, ibu tidak ada pantangan apa pun. Porsi makan seorang ibu hamil juga jumlahnya satu porsi lebih banyak daripada ibu biasa. 

Pada masa hari pertama lahir, bayi dianjurkan meminum kolostrum. Menurut Subagyo, masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa kolostrum merupakan cairan yang tidak bagus untuk bayi, sehingga para ibu sering membuangnya. Padahal, kolostrum adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.

Kolostrum (IgG) mengandung banyak karbohidrat, protein, dan antibodi, dan sedikit lemak. Kolostrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. “Kolostrum adalah kekebalan tubuh alami yang sangat berguna bagi bayi,” kata Subagyo.

Selanjutnya, pada saat bayi berumur 0-6 bulan, sangat dianjurkan agar bayi hanya mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI). “Mitosnya kanbayi dikasih nasi yang diulek dengan pisang, harusnya ASI tok,” ujarnya. 

Tahap berikutnya adalah makanan anak berusia 6 bulan hingga 1 tahun. Pada umur itu, anak dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak vitamin dan mineral. Subagyo mengatakan bahwa vitamin yang jauh lebih baik dikonsumsi berasal langsung dari alam.

Untuk anak berusia 1-5 tahun, karena pertumbuhan sedang tinggi, maka dianjurkan untuk memakan protein yang banyak. “Sayur dan buah juga tetap perlu untuk metabolism tubuh,” kata Subagyo.

Pada tahap anak dan remaja. Subagyo menyarankan agar mereka lebih sering melakukan aktivitas fisik untuk memperbaiki metabolisme tubuh. Makanan yang boleh dikonsumsi beraneka ragam, namun harus menghindari rokok dan narkoba.

Pada tahap terakhir, yaitu pada tahap lanjut usia, Subgayo menganjurkan agar mereka lebih mengkonsumsi makanan berserat. Pada usia tersebut juga diharapkan agar mereka rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.

Menurut Subagyo, dengan mengatur pola makan yang benar, maka masyarakat akan terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya dan memperpanjang umur manusia. Selain itu, pengaturan gizi tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sel otak manusia.

tempo.co