10 Jumadil-Awwal 1444  |  Minggu 04 Desember 2022

basmalah.png

Usir 5 Kekhawatiran Jelang Persalinan

Fiqhislam.com - Ibu hamil kerap memiliki kekhawatiran akan kehamilan, janin yang dikandungnya, hingga persalinan.

Usir 5 Kekhawatiran Jelang PersalinanAlih-alih bahagia menanti kehadiran sang buah hati, ibu justru dikuasai rasa khawatir yang sebenarnya hanya akan menambah ketegangan saat menjalani persalinan.

Kalaupun ibu hamil merasa khawatir, ada baiknya segera mengindentifikasi kekhawatiran tersebut dan mencari solusinya. Kekhawatiran saat hamil muncul karena ibu terlalu banyak menerima dan menyerap informasi tanpa menyaringnya, atau karena memang mengalami masalah emosi seperti cemas atau panik, selain juga karena minimnya dukungan dari orang terdekat semasa kehamilan.

Dr Ridwan SpOG dari Kemang Medical Care Hospital menjelaskan ada lima kekhawatiran yang kerap dialami ibu hamil. Biasanya rasa takut muncul sejak trimester dan semakin menjadi jelang persalinan kalau kekhawatiran tersebut tak teratasi dengan baik.

"Setiap orang akan berbeda rasa takutnya. Karenanya setiap individu perlu mengidentifikasi ketakutannya dan mencari solusi. Selain juga dukungan dari suami, orangtua, mertua, dan tenaga medis diperlukan untuk menambah kepercayaan diri ibu hingga persalinan. Dengan mengatasi kekhawatiran, ibu menjadi lebih tenang karena ada solusi dari masalah yang dihadapinya," jelas dr Ridwan kepada Kompas Female seusai peluncuran buku Mommies Daily Pregnancy Checklist oleh penerbit Buah Hati, di kegiatan Women Wired Weekend, di fX Lifestyle X'nter Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Dr Ridwan menyebutkan lima rasa takut tentang persalinan yang muncul pada ibu hamil, sekaligus memberikan solusi bagaimana mengatasinya.

1. Rasa nyeri. Ibu hamil kerap mengkhawatirkan rasa nyeri saat melahirkan yang didengarnya dari pengalaman orang lain atau pembicaraan bersama orang-orang di sekitarnya. 

2. Robekan jalan lahir termasuk proses penjahitan. Cerita pengalaman proses penjahitan pascabersalin yang didapatkan dari orang-orang disekitarnya juga membuat ibu hamil menjadi khawatir.

3. Gagal melahirkan normal melainkan dengan caesar. Ibu hamil juga merasa khawatir kalau-kalau tak bisa melahirkan normal (vaginal) seperti yang diharapkan karena kondisi tertentu. Sehingga mengharuskannya untuk menjalani operasi caesar.

4. Hilang kontrol saat proses bersalin. Kekhawatiran lain yang terjadi pada ibu hamil di antaranya kehilangan kontrol saat bersalin. Misalnya, takut berteriak saat kontraksi atau buang air besar saat proses persalinan.

"Semua hal itu normal, termasuk kalau buang air besar saat proses persalinan, tak perlu merasa canggung atau tak enak dengan dokter atau petugas medis lainnya. Jadi hal seperti ini tak perlu dikhawatirkan," jelas dr Ridwan.

5. Kondisi bayi. Hal lain yang juga dikhawatirkan ibu hamil jelang persalinan adalah kondisi bayi, apakah terlahir normal atau mengalami gangguan kesehatan serta berbagai hal lainnya.

Menurut dr Ridwan, proses kelahiran bayi terpantau dengan baik oleh tenaga medis. Jadi, tak perlu khawatir berlebihan.

Untuk mengatasi berbagai kekhawatiran itu, dr Ridwan menyarankan agar ibu hamil juga orang-orang didekatnya melakukan sejumlah hal ini:

* Cari sumber terpercaya untuk membedakan fakta dan mitos seputar kehamilan dan persalinan. Kalau ibu hamil terinformasi dengan baik, proses persalinan akan lebih mudah dilalui dengan kepercayaan diri tinggi. Rasa percaya diri pada ibu hamil inilah yang mengurangi rasa takut.

* Hindari obrolan, tontotan, bacaan atau cerita-cerita dan informasi yang tidak ada efek positif terhadap kehamilan dan persalinan. Sampaikan dengan santun kepada orang lain yang sedang menceritakan pengalaman negatif saat melahirkan  karena hal tersebut dapat memberikan sugesti negatif kepada ibu.

* Dukungan dari suami, keluarga, orangtua termasuk dokter dan tenaga medis lainnya sangat dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

* Sampaikan ketakutan Anda kepada dokter dan orang terdekat Anda. Kalau takut caesar misalnya, sampaikan kepada dokter bahwa Anda ingin melahirkan normal. Kalaupun nanti kondisinya memang mengharuskan Anda untuk caesar, Anda lebih mudah mampu menerimanya dan menjalaninya tanpa rasa takut.

Sementara ketakutan lainnya seperti rasa nyeri, juga perlu disampaikan kepada dokter. Dengan begitu dokter bisa membantu Anda mencarikan solusi. Apakah memang perlu dilakukan epidural saat persalinan. Anda juga bisa mencari tahu berbagai informasi mengenai hypnobirthing, gentle birth, atau terapi relaksasi lainnya untuk mengatasi kekhawatiran tersebut.

Dengan mengindentifikasi masalah dan berkomunikasi, kekhawatiran bisa berkurang. "Dokter pun bisa membantu dengan adanya komunikasi ini. Baik dengan menyarankan epidural, hypnobirthing atau solusi lainnya yang membuat ibu lebih tenang karena merasa sudah menemukan solusi," tandasnya.

kompas.com