17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
PEREMPUAN

Ini Dia Gejalanya Bila Alat Kontrasepsi Anda tidak Cocok

Fiqhislam.com - Alat kontrasepsi dengan hormon biasanya menimbulkan efek samping, mulai dari yang sedikit mengganggu hingga tingkat yang parah.

Ini Dia Gejalanya Bila Alat Kontrasepsi Anda tidak Cocok Anda sendiri tidak akan pernah tahu efek samping yang akan Anda rasakan hingga mencoba alat kontrasepsi itu seperti pil, susuk, atau suntik KB satu per satu.

Namun, berikut adalah sejumlah gejala yang mungkin saja Anda rasakan sekarang ini ketika menggunakan alat kontrasepsi. Bila ini yang terjadi, pertimbangkan untuk menggantinya dengan alat kontrasepsi yang lain.

Pusing
Efek samping ini boleh jadi akan menghilang sendiri setelah mengonsumsi pil KB selama jangka waktu tertentu. Bila tak berhasil juga, cobalah ganti dengan merek yang lain.

Mual
Gejala ini juga biasanya akan hilang dalam beberapa bulan. Bila tidak dan Anda menggunakan alat kontrasepsi pil KB, cobalah mengonsumsinya setelah makan. Bila menggunakan susuk, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengganti alat yang lain.

Pendarahan
Gejala inilah yang bisa membuat perempuan mana saja ketakutan. Apalagi, gejala pendarahan seperti ini sulit diprediksi. Namun, bukan berarti ini tidak bisa menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Pil KB yang dikonsumsi secara teratur dapat membantu meredakan gejala. Biasanya, gejala pendarahan terjadi akibat menggunakan alat KB suntik, pil mini, atau spiral. Konsultasikan dengan dokter Anda jika megalami pendarahan. Anda bisa menambahkan obat anti-peradangan seperti ibuprofen atau sedikit estrogen.

Libido menurun
Cobalah formulasi yang berbeda jika Anda mengalami efek samping ini. Untuk sebagian perempuan, jika mengganti pil dengan alat kontrasepsi hormonal yang bersifat lebih mengandung testosteron, biasanya libido akan kembali. Jika tidak bisa juga, pakailah metode lain.

Perubahan emosi
Bila ini memang disebabkan oleh alat KB, cobalah untuk mencari alat KB yang tidak mengandung hormon seperti spiral atau kondom. Biasanya para wanita depresi karena mengonsumsi pil. Berganti dengan alat KB hormonal lain biasanya tak akan berpengaruh banyak. Jika ingin tetap menggunakan pil KB, biasanya dokter akan memberikan obat antidepresan.

republika.co.id