16 Jumadil-Akhir 1443  |  Rabu 19 Januari 2022

basmalah.png

PEREMPUAN

Berniat Operasi Plastik? Awas, Ada 10 Komplikasi yang Mengintai

Berniat Operasi Plastik? Awas, Ada 10 Komplikasi yang Mengintai


Fiqhislam.com - Kebanyakan wanita ingin selalu tampil cantik dan awet muda. Tak heran jika mereka melakukan banyak cara untuk mendapatkannya. Mulai dari perawatan kulit menggunakan krim, perawatan di klinik kecantikan sampai operasi plastik.

Namun, jika Anda sedang berpikir untuk operasi plastik, ada beberapa komplikasi yang mungkin dialami setelah menjalaninya. Mengutip laman Healthline, pada tahun 2013, di Amerika, uang yang dihabiskan untuk operasi kecantikan lebih dari US$ 7 miliar. Dari mulai operasi payudara, augmentation ke rhinoplasty, prosedur untuk mengubah penampilan semakin banyak dan tinggi peminat.
 
Sayangnya pembedahan sejenis ini memiliki risiko. Berikut beberapa komplikasi yang mungkin Anda alami.
 
1. Hematoma
Hematoma adalah kantong darah yang menyerupai memar dalam berukuran besar. Kondisi ini bisa terjadi pada 1-6 persen usai operasi payudara dan ini umum juga terjadi sebagai akibat komplikasi sesudah bedah kecantikan. Hematoma bisa menjadi risiko untuk hampir semua operasi, dan pengobatannya terkadang termasuk operasi tambahan menguras darah.
 
2. Kerusakan Saraf
Kemungkinan dari kerusakan saraf ada banyak tipe yang berbeda pada setiap prosedur operasi. Mati rasa dan kesemutan adalah gejala umum sesudah operasi plastik dan bisa menjadi tanda kerusakan saraf. Banyak wanita yang mengalami perubahan dalam hal sensitivitas menyusul operasi pembesaran payudara dan 15 persen secara permanen kehilangan sensitivitas puting.
 
3. Infeksi
Meskipun pascaoperasi ada perawatan untuk meminimalkan infeksi, itu termasuk satu dari banyak komplikasi operasi plastik. Dalam operasi payudara, dalam jangka pendek, ada Cellulitis atau infeksi kulit pada 2-4 persen orang. Pada beberapa kasus, infeksi dapat terjadi internal yang membutuhkan antibiotik IV.
 
4. Gumpalan Darah dan Emboli Paru-paru
Pasca operasi ada potensi komplikasi bernama Deep Vein Thrombosis (DVT). Ini adalah kondisi dimana darah menggumpal, biasanya di bagian kaki. Ketika gumpalan darah pecah dan perjalanan ke paru-paru, itu dikenal sebagai emboli paru-paru. Meskipun relatif jarang, komplikasi ini bisa berakibat fatal.
 
5. Bekas Luka
Operasi plastik umumnya menghasilkan bekas luka. Sejak operasi kecantikan berupaya meningkatkan tampilan, bekas luka menjadi agak meresahkan. Jaringan parut hipertrofik, misalnya, adalah bekas luka yang merah dan tebal yang abnormal yang terjadi setelah 2-5 persen dari prosedur operasi pembesaran payudara.

6. Tampilan Tak Memuaskan
Meskipun banyak orang puas dengan hasil pasca operasi plastik, kekecewaan pada hasil juga masih menjadi hasil yang memungkinkan. Orang yang melakukan operasi payudara mungkin bisa mengalami masalah kontur badan yang asimetri. Sementara, mereka yang menjalani operasi wajah bisa tidak menyukai hasilnya.
 
7. Kerusakan Organ 
Liposuction bisa traumatis untuk organ internal. Perforasi viseral dapat terjadi ketika alat bedah bersentuhan dengan organ internal. Memperbaiki luka ini membutuhkan  operasi tambahan. Hasil operasi juga bisa saja fatal.
 
8. Komplikasi Anesthesia
Anesthesia adalah praktik yang sesuai izin pasien untuk membiusnya. Secara umum, anesthesi dimana membuatmu merasa tidak sadar bisa berujung pada komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi; infeksi paru-paru, stroke, serangan jantung, dan kematian. Banyak resiko anesthesia misalnya terbangun dengan panik, dan hilang orientasi. Resiko terkecil dari anesthesi adalah antusiasme, dan terbangun di tengah proses operasi.
 
9. Seroma
Seroma adalah suatu kondisi yang terjadi ketika serum dari darah Anda menggumpal di bawah permukaan kulit, mengakibatkan pembengkakan dan rasa sakit. Terlihat seperti lepuh besar. Ini dapat terjadi setelah operasi, dan merupakan komplikasi paling umum dari pengencangan perut. Seroma bisa terinfeksi, maka mereka sering dikeringkan dengan jarum, secara efektif mengeluarkannya, meskipun ada kemungkinan kambuh kembali.
 
10. Kekurangan Darah
Dalam operasi, beberapa kehilangan darah umum dialami. Namun, kehilangan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dengan potensi mematikan. Kehilangan darah dapat terjadi saat berada di meja operasi, tetapi juga secara internal, setelah operasi. [yy/tempo]