29 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 04 Desember 2021

basmalah.png

Sering Keguguran Justru Menandakan Kalau Kelewat Subur

Sering Keguguran Justru Menandakan Kalau Kelewat SuburFiqhislam.com - Tanda-tanda susah punya anak setidaknya bisa dilihat dari 2 gejala, yakni tidak hamil-hamil serta sering hamil tapi selalu keguguran. Namun menurut penelitian, sering keguguran bukan berarti tidak subur melainkan justru kelewat subur.

Sebuah penelitian di University Medical Center di Utrecht menunjukkan bahwa keguguran yang selalu berulang menandakan bahwa seorang perempuan terlalu subur. Dinding rahimnya terlalu 'bagus' sehingga setiap ada embrio pasti dipelihara meski mungkin tidak sempurna.

Dalam pemahaman orang awam, keguguran sering menyebabkan perasaan bersalah pada pihak perempuan. Karena janin gugur di awal-awal kehamilan, perempuan tersebut merasa seolah-olah tubuhnya menolak kehamilan dan karena itulah dirinya patut dipersalahkan.

Padahal menurut penelitian yang dipimpin oleh Prof Nick Macklon tersebut, tidak semua embrio hasil pembuahan akan tumbuh menjadi bayi. Normalnya rahim bersifat selektif dan hanya akan merawat embrio yang benar-benar memenuhi syarat untuk tumbuh.

Pada perempuan yang sering keguguran, rahimnya tidak pilih-pilih sehingga embrio yang tidak sempurna juga ditangkap dan dirawat. Hanya saja karena memang tidak sempurna, maka pertumbuhannya tidak lancar dan akhirnya gugur karena tidak mampu bertahan.

"Hanya sekitar 30 persen dari pembuahan normal yang akhirnya akan tumbuh jadi bayi, sisanya akan hilang pada awal-awal kehamilan. Untungnya sebagian besar tidak menyadarinya karena hal itu terjadi sebelum terlambat haid," kata Prof Macklon seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (24/8/2012).

Prof Macklon menyimpulkan hal itu setelah mengamati sejumlah perempuan di Princess Anne Hospital di Southampton. Saat dibandingkan, sel-sel rahim pada perempuan yang sering keguguran tampak lebih bagus dan lebih kuat dibandingkan perempuan kebanyakan. [detikHealth]