14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Waspada, Haid tak Teratur Berisiko Sakit Jantung

Waspada, Haid tak Teratur Berisiko Sakit JantungFiqhislam.com - Wanita yang memiliki riwayat masa menstruasi tak teratur harap waspada. Sebab, kondisi itu memicu risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan wanita lain yang haidnya teratur.

Sebuah studi mengamati lebih dari 23 ribu wanita Belanda selama 10 tahun. Penelitian menemukan wanita yang tak teratur mengalami haid berisiko lebih tinggi 28 persen mengalami sakit jantung.

Studi pun menunjukkan tak ada peningkatan risiko pada wanita yang melaporkan mengalami siklus menstruasi teratur, baik panjang (30 hari atau lebih sebelum haid berikutnya) atau pendek (26 hari atau kurang untuk haid berikutnya).

Meski relatif lebih tinggi risikonya, namun kebanyakan wanita yang masa haidnya tak teratur itu tak mengalami masalah jantung selama penelitian. Dari sekitar 4 ribu wanita yang melaporkan riwayat masa haid tak teratur, 150 di antaranya didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner dalam 10 tahun ke depan.

Hanya sekitar 17 ribu partisipan studi yang juga melaporkan masa haid teratur (antara 27 dan 29 hari) atau siklus pendek teratur. Dari para wanita itu, 530 orang mengalami penyakit jantung koroner. Pada awal studi, para wanita itu rata-rata berusia 50 tahun.

Sudah diketahui bahwa wanita yang mengalami kondisi yang disebut sebagai polycystic ovary syndrome (PCOS) itu memiliki risiko lebih tinggi penyakit jantung dan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan perempuan lain seusia mereka. Pada gangguan ini, indung telur menghasilkan hormon laki-laki melebihi jumlah normal dan masa menstruasi tak teratur atau bahkan tidak sama sekali. 

"Temuan terbaru itu menyebutkan meski tidak terjadi PCOS, ketidakteraturan masa menstruasi yang kurang ekstrem sekalipun dapat berhubungan dengan risiko penyakit jantung", ujar pemimpin penelitian, Dr Gerrie-Cor M Gast dari University Medical Center Utrecht, Belanda.

Namun, alasan itu masih belum jelas. Ketika estrogen diyakini dapat memberikan efek perlindungan secara umum terhadap jantung dan arteri, PCOS ditandai oleh ketidakseimbangan hormon. Tim Gast pun mengukur kadar hormon dalam subkelompok dari partisipan studi mereka.

Mereka tak menemukan bukti bahwa perubahan hormon menjelaskan hubungan antara masa haid tak teratur dengan risiko penyakit jantung. Sejumlah faktor seperti berat badan, tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi tidak dipertimbangkan untuk menjelaskan hubungan tersebut.  Baik PCOS dan siklus menstruasi yang sangat panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dalam studi itu, wanita yang masa haidnya tak teratur cenderung memiliki risiko lebih tinggi diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang masa haidnya teratur setiap bulan. Namun, keterkaitan itu tidak signifikan secara statistik. Bisa jadi temuan itu terjadi secara kebetulan.

Untuk itu, dibutuhkan sejumlah riset lanjutan untuk mengonfirmasikan hasil studi Gast dan kawan-kawan ini, serta untuk menguak alasan yang mendasari keterkaitan itu. [yy/metrotvnews/foto mediaindonesia.com]