Ini Cara Menjaga Payudara Tetap Sehat di Tiap Usia
Fiqhislam.com - Setiap perempuan pasti akan menjaga salah satu aset penting dari tubuhnya yaitu payudara. Berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjaga payudara Anda tetap sehat di setiap usia.
Pertambahan usia dan perubahan hormon yang dialami oleh perempuan tentu akan mempengaruhi ukuran, bentuk dan juga hal-hal lainnya di payudara. Untuk itu para ahli memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga payudara tetap indah dan sehat sehingga terhindar dari penyakit seperti kanker payudara.
Berikut ini cara agar payudara tetap sehat di tiap usia, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (27/10/2012) yaitu:
1. Payudara di usia 30-an tahun
Biasanya payudara pada usia ini masih memiliki elastisitas yang baik dan kencang. Jika perempuan hamil maka payudara akan menjadi lebih besar, tapi kondisi ini tidak bertahan secara permanen.
Diperkirakan ukuran payudara akan berkurang setengah cup setelah ia melahirkan atau memberikan ASI. Fenomena ini disebut dengan breast involution, yaitu proses yang mana sistem pembuatan susu dalam payudara akan menyusut karena tidak diperlukan lagi.
Pada usia ini payudara perlu mendapatkan dukungan yang baik, karena itu gunakan ukuran bra yang pas termasuk ketika sedang berolahraga. Jika payudara bergerak ke atas dan bawah saat olahraga, maka itu menunjukkan payudara tidak mendapatkan dukungan yang baik. Kondisi ini bisa membuat payudara turun atau tidak lagi kencang.
Selain itu, pada usia ini risiko kanker payudara masih terbilang rendah, walaupun tetap tidak bisa diabaikan. Salah satu cara untuk menurunkan risiko ini adalah dengan menyusui.
2. Payudara di usia 40-an tahun
Pada usia ini persentase lemak di payudara meningkat, dan lemak ini cenderung menahan efek gravitasi sehingga payudara akan mulai terlihat menurun dan juga tidak terlalu kencang.
Ketika usia bertambah, otot punggung melemah yang membuatnya cenderung bungkuk sehingga mempengaruhi bentuk payudara. Untuk itu disarankan berdiri tegak, serta memperkuat otot punggung atas dan dada untuk menjaga bentuk dari payudara.
Cobalah berdiri tegak dengan bahu rileks serta lengan di sisi tubuh, lalu gunakan alat peregang untuk menarik ke sisi kiri dan kanan tubuh, lakukan dengan mengulang hingga 8-12 kali selama 1 menit.
3. Payudara di usia 50-an tahun
Ketika usia makin bertambah, perubahan hormonal menyebabkan lemak menumpuk di beberapa bagian tubuh, terutama di perut, wajah dan payudara. Hampir semua jaringan payudara diganti dengan lemak dan kulit kehilangan elastisitasnya sehingga jadi kendur.
Sebenarnya tidak ada cara yang benar-benar ajaib untuk menyelamatkan seseorang dari kondisi payudara kendur, tapi jika melakukan latihan dada sebanyak 2-3 kali dalam seminggu bisa meningkatkan aliran darah dan memperkuat otot yang mendasarinya.
Karena pada usia ini payudara cenderung berlemak sehingga berisiko kanker payudara, maka mammogram baik dilakukan untuk mendeteksi kanker. Walaupun ada kemungkinan mendapatkan hasil negatif palsu untuk skrining kanker payudara ini. [yy/http://health.detik]
30% Pasien Kanker Payudara di Indonesia Berusia Kurang dari 40 Tahun
Beberapa orang kadang berpikiran kanker payudara adalah penyakit yang menyerang orang tua, tapi kenyataannya tidak. Di Indonesia sekitar 30 persen pasien kanker payudara berusia kurang dari 40 tahun.
"Berbeda dengan di negara maju di mana kanker payudara muda hanya 6 persen, di kita itu 30 persen. Paling muda usia 20-an tahun yang lainnya sekitar 30-40 tahun," ujar Dr dr Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP dalam acara PinkShimmerinc, 7 Wanita Melawan Kanker, di Plaza Senayan, seperti ditulis Minggu (28/10/2012).
Dr Aru menuturkan karena itu kalangan usia muda sebaiknya sudah mulai rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) dan seharusnya jadi gerakan bersama antara masyarakat dan pemerintah.
"Kalau dari awal sudah merasa ada benjolan diperiksakan. Kita tahu bahwa harapan hidup bergantung pada stadium, bagaimana seorang pasien itu mengawali pengobatannya, karena itu penting sekali kita temukan pada stadium dini," ujar Dr Aru.
Jika masyarakat menemukan benjolan sebaiknya langsung ke dokter, dari situ ada pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan lain, bisa ke dokter umum dulu tapi kalau ragu ke spesialis penyakit dalam atau bedah.
Dr Aru menjelaskan salah satu hal yang membuat kasus kanker meningkat pada perempuan muda itu karena gaya hidupnya sama seperti pria, seperti tingkat stresnya sama dan juga makin banyak perempuan yang merokok.
Hal senada juga diungkapkan oleh Dr dr Samuel J Haryono, SpB(K)Onk bahwa di Indonesia kanker payudara ditemukan lebih awal dan pada usia yang memang masih terbilang muda.
"Di Indonesia harus lebih mawas atau awareness karena karakteristiknya di Indonesia usianya lebih muda, sedang misalnya saja di Belanda di atas usia 55 tahun yang memang usia kanker," ujar Dr Samuel.
Diperkirakan masalah yang ada di negara berkembang seperti Indonesia, nantinya kasus kanker akan berkembang naik sedangkan di negara maju mendatar. Hal yang menyedihkan lagi kanker ini ditemukan pada orang yang justru tidak mampu untuk membeli obatnya.
Untuk itu salah satu cara pencegahan dari kanker payudara ini adalah jangan merokok serta konsumsi buah dan sayur 4 kali sehari, karena kemungkinan kena kanker payudaranya berkurang 25 persen. Saat ini faktor keturunan hanya sekitar 6 persen, paling banyak akibat enviromental atau lingkungan. [yy/http://health.detik]