14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

CBT, Turunkan Berat Badan Tanpa Mengganggu Makan

CBT, Turunkan Berat Badan Tanpa Mengganggu MakanFiqhislam.com - Program penurunan berat badan sidah banyak ditemukan di sekitar kita. Seperti olahraga, pengaturan pola makan, program pelangsingan yang menggabungkan keduanya, konsumsi obat-obatan, akupuntur, liposuction, ataupun operasi lainnya.

Menurut dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, seorang konsultan penurun berat badan, menurunkan berat badan harus menyeluruh dengan fokus pada perubahan perilaku. Dapat dilakukan melalui terapi nutrisi, psikoologi, dan olahraga, dengan meminimalkan ketergantungan obat atau terapi lainnya. Hal ini cocok bagi pasien dengan BMI > 27,5 atau BMI < 27,5 disertai gangguan makan (eating disorder: compulsive overaeting, anorexia, bulimia, emotional eating, dan lainnya).

"Program penurunan berat badan yang baik adalah yang sehat. Tidak menyebabkan gangguan makan. Salah satunya terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavior Therapy (CBT)," ujar Grace dalam temu media, Jumat (2/11/2012), di Jakarta.

Terapi ini bertujuan mengubah perilaku dan memotivasi pasien, agar mampu pola hidup yang lebih sehat. Terapi ini juga dikombinasikan dengan neurohipnoterapi. Sehingga orang tersebut dapat mengubah pola pikirnya sendiri tentang hidup sehat, termasuk pola makan sehat.

Kita dapat menjumpai CBT ini di klinik penurunan berat badan. Mekanisme menjalani terapi tersebut, kita melalui konseling dan psikotest. Prosesnya seperti rekrutmen karyawan, tetapi tujuannya berguna mengetahui pokok masalah dalam penurunan berat badan.

Selanjutnya, kita bisa konsultasi dan disadarkan melalui pola makan yang sehat. Konselor akan memberitahukan kepribadian tentang diri kita, diet yang terbaik, kemudian edukasi mengenai kalori.

"Dijelaskan pula tata cara makan di luar, memilih makan yang baik, bagaimana cara memasak, dan mengolahnya dengan benar," lanjut Grace.

Jika kita ingin makan "semaunya", konselor akan memberikan cara menenangkan diri agar kita bisa menjaga diri untuk tidak makan makanan yang tidak sehat.

"Kami menggunakan tanda tubuh, apakah orang itu tenang atau tidak. Kalau tenang lebih bisa disugesti untuk pola makan sehat, diajari pola diet, supaya bisa dipraktikkan." [yy/tribunnews]