fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Ini Dia Daftar 'Dosa' Orangtua pada Anak

Ini Dia Daftar 'Dosa' Orangtua pada AnakFiqhislam.com - Dalam perjalanan panjang menjadi pakar parenting, Elly Risman menyimpulkan bahwa kerusakan bangsa ini berasal dari rumah. Orangtualah yang kerap mencuri masa depan anak-anaknya. Tentu saja butuh pemikiran yang panjang untuk mengerti simpulan ini.

Itu semua, kata Elly, disebabkan adanya dendam positif orangtua dalam mengasuh anak. Hal ini diperparah dengan 12 gaya populer --istilahnya untuk menyebut 12 kesalahan yang selalu dilakukan orang tua sejak dulu. Yakni menyalahkan, membanding-bandingkan, meremehkan, menyudutkan, memberi julukan jelek, menganalisis, memerintah, tidak memberi kesempatan untuk mengambil keputusan pada diri sendiri, dan lain sebagainya.

Kita semua --Elly selalu menyebut kita dengan maksud ia juga termasuk dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik-- cenderung menjadi dewa penolong bagi anak. Semisal membantunya mengancingkan bajunya atau membuatkan pekerjaan rumahnya. Padahal, perbuatan itu tidak menumbuhkan rasa percaya diri dan bangga pada dirinya. Anak akan merasa terus dibantu tanpa pernah merasa berhasil atau gagal. "Kita semua kadang tidak sabar melihat si anak belajar membolak-balik kancing," tuturnya.

Padahal, tegas Elly, itu adalah proses yang wajar karena setiap tahap perkembangan anak harus dilalui bersama-sama, baik kegagalan maupun keberhasilannya. "Kita memang harus sabar dan mempunyai waktu. Coba lihat ekspresinya saat ia berteriak, 'Mama dari lima kancingku, aku bisa dua'. Luar biasa kegembiraan di wajahnya," kata Elly. Kesalahan orangtua terhadap anak, kata Elly, sebetulnya masih panjang daftarnya.

Salah satunya adalah pelit memberi pujian. Sangat jarang orangtua memberi pujian pada anaknya. Sebaliknya gampang memberi hukuman saat mereka salah. Ironisnya itu semua dilakukan tanpa kesepakatan anak dengan orangtua. Ini sangat tidak adil bagi perkembangan anak. "Misalnya, saat kita telepon, kita akan marah besar kalau anak kita merengek. Paling kita pelototin sampit menjewer. Sebaliknya kalau dia duduk manis, apa kita terpikir untuk memberikan dia acungan jempol tangan atau memuji," kata Elly dengan nada bertanya. [yy/republika]